Rayuan dan investigasi di lapangan sebelum gelap dihentikan oleh tim investigasi, dan rencana pagi ini dilanjutkan.
Jakarta (-) – Kepala Kantor Informasi Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana mengatakan bahwa partai itu sementara menangguhkan penyelidikan kasus amunisi yang dimiliki oleh Angkatan Darat di Garut, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Brigadir Jenderal Wahyu menjelaskan bahwa penyelidikan setelah insiden malang itu terjadi pada hari Senin (12/5).
“Rayuan dan investigasi di lapangan sebelum gelap dihentikan oleh tim investigasi, dan rencana pagi ini dilanjutkan,” kata Brigadir Jenderal Wahyu dalam sebuah pernyataan pers yang diterima di Jakarta pada hari Selasa.
Kadispenad mengatakan bahwa penyelidikan sejak kemarin hingga hari ini mencakup beberapa hal, termasuk memeriksa lokasi ledakan untuk memeriksa beberapa pihak yang terlibat dalam penghancuran amunisi.
Namun demikian, Brigadir Jenderal Wahyu tidak dapat menjelaskan secara rinci hasil penyelidikan sementara yang telah diperoleh oleh Angkatan Darat.
Kronologi
Sebelumnya, Kadispenad mengatakan bahwa peristiwa yang tidak menguntungkan itu terjadi ketika tentara melakukan penghancuran amunisi. Penghancuran oleh jajaran gudang Amunition III Center untuk Peralatan Angkatan Darat Indonesia di Desa Sagara, Distrik Cibalong, Garut Regency, Jawa Barat, Senin (12/5) di 09.30 Wib.
“Pada awal kegiatan, ada pemeriksaan personel dan terkait dengan lokasi peledakan. Semuanya dinyatakan dalam kondisi aman,” kata Brigadir Jenderal Tni Wahyu.
Personil kemudian membuat dua lubang sumur untuk memasuki amunisi iklan yang akan dihancurkan.
Setelah lubang dibuat, maka amunisi akan dimasukkan untuk dihancurkan, maka lubang diledakkan oleh personel Angkatan Darat dengan detonator.
“Peledakan di dua sumur ini berjalan sempurna dalam kondisi aman,” kata Brigadir Jenderal Tni Wahyu.
Setelah itu, personel mengisi satu lubang yang telah disiapkan untuk menghancurkan detonator yang sebelumnya digunakan untuk meledakkan dua lubang sumur.
Detonator dimasukkan ke dalam lubang, lanjutan Brigadir Jenderal Wahyu, untuk dihancurkan dengan cara yang sama seperti kehancuran amunisi sebelumnya.
“Ketika tim perancang amunisi menyusun detonator di lubang, tiba -tiba ada ledakan dari lubang,” kata Kadispenad.
Baca juga: Tubuh Kolonel Antonius Hermawan sore ini dibawa ke Yogyakarta
Baca Juga: Sembilan dari 13 Korban Ledakan Amunisi di Garut Diidentifikasi
Ledakan itu menyebabkan 13 orang mati. Dari 13 orang, empat orang adalah anggota TNI dan warga sipil lainnya.
Berikut ini adalah daftar nama korban ledakan:
1. Kolonel CPL Antonius Hermawan;
2. Kopral utama Anda rohanda;
3. Agus bin Kasmin;
4. Ipan Bin Obur;
5. Iyus ibing bin Inon;
6. Anwar bin Inon;
7. Iyus Rizal bin Saepuloh;
8. toto;
9. darang;
10. Rustiawan;
11. dang;
12. Kopda Eri Dwi Priambodo;
13. Pratu Aptio Setiawan.
Reporter: Walda Marisone
Editor: D.DJ. Kliwantoro
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










