Swallow's Nest menjadi “jembatan” antara Indonesia dan Cina

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Lebih dari sekadar makanan kaya nutrisi, sarang Swallow telah menjadi bagian penting dari kisah panjang persahabatan antara Indonesia dan Cina. Di era modern ini, meningkatnya permintaan dari konsumen Tiongkok telah memberikan peluang ekonomi baru bagi Indonesia dan menciptakan ribuan tenaga kerja.

Namun, jauh sebelum berkembang seperti sekarang ini, sarang walet Indonesia diyakini telah dikirim ke Cina sejak abad ke -14 M dalam hubungannya dengan pelayaran Laksamana Zheng He alias Cheng Ho ke Indonesia. Pada saat itu, produk ini lebih dikonsumsi oleh para bangsawan di Istana Kerajaan di Cina.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data dari Asosiasi Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI), volume ekspor sarang Swallow Indonesia tahun lalu mencapai 1.273 ton, dengan hampir sepertiga dikirim ke Cina. Jumlah tersebut tidak termasuk yang mencapai pasar Cina melalui Hong Kong Khusus Administrative Region (SAR) di Cina Selatan, yang berjumlah lebih dari 500 ton.

Seiring waktu, sarang burung semakin populer di kalangan orang -orang Cina pada umumnya, termasuk dalam kelompok anak muda karena sifat -sifatnya yang diyakini baik untuk kecantikan.

Popularitas yang kemudian mendorong peningkatan permintaan dari Cina, tercermin dalam volume ekspor ke Cina yang meningkat 24 kali dalam dekade terakhir, dari hanya 14,7 ton pada 2015 menjadi 376,2 ton tahun lalu.

“Tren ini sangat positif, karena kesadaran masyarakat Tiongkok tentang kemanjuran sarang Swallow terus meningkat, juga didukung oleh studi terbaru tentang manfaat kesehatannya,” kata Ketua PPSBI Boedi Mranata dalam sebuah wawancara dengan Xinhua.

Meskipun berdasarkan hubungan bisnis, Boedi percaya bahwa perdagangan sarang Swallow antara Indonesia dan Cina telah menjadi jembatan tidak langsung dalam memperkuat persahabatan kedua negara.

Titik balik terjadi pada tahun 2015, ketika otoritas Cina mulai secara resmi membuka impor langsung sarang walet dari Indonesia. Perusahaan Boedi dengan merek 'Xiao Niao' adalah yang pertama mendapatkan izin dari Otoritas Cina pada saat itu.

Sebagai lonjakan permintaan, jumlah perusahaan yang saat ini mengantongi izin ekspor ke China meningkat, yaitu sekitar 50 perusahaan, dibandingkan dengan satu dekade dan hanya enam perusahaan. Di sisi lain, kuota untuk eksportir Indonesia juga terus meningkat, dari hanya 79 ton per tahun menjadi 694 ton meskipun hanya direalisasikan menjadi dua.

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, bekerja sama dengan Asosiasi Pasar Grosir Pertanian Tiongkok (CAWA), mengadakan forum pertemuan berjudul “Forum KTT Sarang Bird (KTT Sarang Bird) di bulan Maret di Jakarta. Dihadiri oleh lusinan aktor bisnis dari dua negara bersama dengan sejumlah asosiasi, pertemuan yang bertujuan untuk memperkuat perdagangan perdagangan.

Produk olahan sarang walet. -/xinhua

Meskipun berdasarkan hubungan bisnis, Boedi percaya bahwa perdagangan sarang Swallow antara Indonesia dan Cina telah menjadi jembatan tidak langsung dalam memperkuat persahabatan kedua negara.

“Dampaknya tentu saja semakin banyak orang Cina datang ke Indonesia untuk belajar lebih banyak tentang sarang burung (menelan), dan sebaliknya, banyak dari kita pergi ke Cina untuk mengetahui budaya makan sarang Swallow di sana, ini membantu untuk memahami budaya yang lebih baik satu sama lain,” katanya.

Pasar sarang menelan besar di Cina juga telah memberikan peluang ekonomi baru bagi Indonesia, termasuk dalam bentuk penerimaan valuta asing yang cukup besar. Meskipun hanya sepertiga dari volume, nilai ekspor sarang Swallow ke Cina menyumbang 78 persen dari total nilai tahun lalu, yaitu 551,5 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp16.300).

Ini tidak termasuk efek ganda pada penciptaan ribuan pekerjaan di Indonesia. Boedi mengklasifikasikan bisnis sarang walet sebagai tenaga kerja yang intensif karena membutuhkan banyak tenaga kerja, mulai dari penjaga, pemeliharaan, pemanenan, hingga proses pembersihan dan pengemasan.

Namun, lebih dari sekadar perdagangan, otoritas lokal di Indonesia akhir -akhir ini juga mempromosikan upaya untuk melakukan lebih banyak investasi dari Cina yang memasuki Indonesia untuk mendorong produk sarang Swallow hilir.

Meskipun ekspor ke China pada tahun 2024 menurun sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Boedi mengatakan prospek pasar Cina masih cukup cerah di masa depan. Itu karena diversifikasi yang diproses, di mana sarang Swallow tidak hanya diproses secara tradisional, tetapi juga telah diubah menjadi minuman kemasan menjadi produk non -makanan.

Reporter: Xinhua
Editor: Santoso
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB