“Singing Silent in Rantang” diharapkan menjadi komunitas otokritika

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap bahwa film “Singing Silent in Rantang” yang diproduksi oleh Strategi Nasional untuk Pencegahan Korupsi (Stranci PK) dapat menjadi otokritika bagi masyarakat.

“Kami dapat mengoreksi apa yang telah kami lakukan, apa yang kami lakukan, untuk perbaikan di masa depan,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di salah satu bioskop di daerah Menteng, Jakarta Tengah, Jumat (9/5).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia optimis bahwa film ini dapat meningkatkan upaya untuk mencegah korupsi di masyarakat dalam konteks memberantas korupsi.

Oleh karena itu, ia mendorong “menonton” film yang akan dikejar oleh pemerintah melalui kementerian/institusi ke perusahaan yang dimiliki negara (BUMM).

“Lalu yang berikutnya, kita juga harus memberdayakan ini, 'influencer ' (Pengaruh), kemudian kelompok -kelompok tertentu, untuk dapat melihat bahwa film ini berguna untuk semua, “katanya.

Baca Juga: Penyelidik KPK Menjadi Saksi di Sesi Hasto untuk membuktikan dakwaan

Baca Juga: Strancing PK – Garin Nugroho merilis film untuk merayakan hari anti -korupsi

Tugas bertindak untuk wakil untuk pencegahan dan pemantauan KPK Aminudin mengatakan bahwa film “Singing Silent in Rantang” adalah manifestasi nyata dari upaya komunikasi publik yang dilakukan oleh Straen PK.

“Kami percaya bahwa pencegahan korupsi bukan hanya masalah peningkatan pemerintahan, tetapi juga tentang narasi yang kuat dan kesadaran kolektif yang dibangun,” katanya.

Melalui cerita yang diilhami oleh realitas dan ketidakadilan yang pahit, film ini diharapkan untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi dan menuntut transparansi.

Pada kesempatan yang sama, sutradara “Singing Silent in Rantang”, Garin Nugroho berharap bahwa film ini dapat memicu karya -karya lain dengan tema yang sama.

“Semoga dari refleksi akan ada banyak film tentang masalah hukum karena memang masalah hukum dan korupsi menjadi sesuatu yang sistemikal dan jarang ditayangkan atau dibuka dengan partisipasi serius,” kata Garin.

Reporter: Rio Feisal
Editor: Sri Muryono
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB