SIG menyediakan fasilitas untuk calon peziarah termasuk kepergian peziarah ke asrama ziarah, bimbingan peziarah
Jakarta (-) – PT Semen Indonesia (Persero) TBK (SIG) memfasilitasi kepergian 278 peziarah sebagai bentuk perhatian perusahaan dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat selama musim haji 2025.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Perusahaan Sig Vita Mahreyni mengatakan bahwa ratusan peziarah berasal dari tiga area operasional perusahaan, yaitu Gresik, Jawa Timur; Padang, Sumatra Barat; dan Pangkep, Sulawesi Selatan.
“SIG menyediakan fasilitas untuk calon peziarah termasuk kepergian peziarah ke asrama ziarah, bimbingan haji manasik, serta peralatan ibadah,” kata Vita dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Rabu.
Sig juga mengirim penyelia yang kompeten dan profesional untuk menemani para peziarah sambil melaksanakan pilar kelima Islam.
Semua fasilitas yang disediakan oleh SIG ditujukan untuk karyawan dan keluarga, pensiunan keluarga SIG, dan masyarakat umum di sekitar area operasional perusahaan dengan tujuan memberikan kenyamanan dan kenyamanan dalam melakukan ziarah di Tanah Suci.
Rilis di area operasional Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sig merilis 199 Peziarah Calaon Haji yang merupakan anggota kelompok ke -10 Embarkasi Surabaya, Jawa Timur pada hari Sabtu (3/5).
Saat berada di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sig memfasilitasi kegiatan ritual haji untuk peziarah. Kegiatan yang diadakan di daerah Kompleks Perumahan Kantor SIG, Desa Sumurgung pada 9 Februari 2025 dihadiri oleh 1.252 peziarah dari semua wilayah di Kabupaten Tuban.
Anak perusahaan SIG, PT Semen Padang, juga merilis kepergian 48 peziarah di kantor pusat PT Semen Padang, Sumatra Barat, pada hari Rabu (30/4).
Rilis ini adalah bentuk dukungan dan penghargaan bagi karyawan dan pensiunan yang melakukan ziarah ke Tanah Suci. Dari 48 penyembah ada karyawan aktif dan anggota keluarga, serta pensiunan.
Pada hari yang sama, Rabu (30/4) PT Semen Tonasa juga merilis sebanyak 31 peziarah di kantor pusat PT Semen Tonasa, Pangkep, Sulawesi Selatan yang terdiri dari karyawan dan keluarga aktif, serta pensiunan.
Peziarah untuk kandidat haji untuk kelompok bimbingan Haji dan Umrah Sig dari Desa Sidomoro, Distrik Kebomas, Kabupaten Gresik, Rachmad Dwi Santoso (51), mengaku bersyukur dapat melakukan ziarah dengan istrinya, setelah menunggu lama sejak 2012.
“Alhamdulillah, setelah hampir 13 tahun menunggu, saya dan istri saya dapat pergi ke Tanah Suci berkat kemudahan kepergian ziarah, memulai pendaftaran, bimbingan ritual, untuk pengelolaan paspor,” kata Rachmad.
Demikian pula, peziarah termuda dari Desa Gusieno, Distrik Manyar, Gresik, yaitu Kheisya Aziva Naftalia (18) merasa tersentuh dan bersyukur atas kesempatan untuk mengunjungi tanah suci dan melakukan ibadat.
Tetapi di balik kebahagiaan yang dia rasakan, menyimpan kesedihan karena sang ibu seharusnya berangkat untuk ziarah tahun ini.
“Terima kasih kepada Sig untuk lebih mudah langkah kami, dan saya pribadi akan memanfaatkan setiap momen ibadah sebaik mungkin,” kata Kheisya.
Baca Juga: SIG mendukung pemanfaatan AI untuk mengoptimalkan komunikasi media sosial
Baca juga: Brin-sig mengembangkan beton ramah lingkungan untuk infrastruktur pesisir
Pewarta: Muhammad Halanianto
Editor: Ahmad Buchori
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










