Ini sangat menjijikkan. Oleh karena itu saya meminta polisi dan Komdigi untuk mengeksplorasi dan tindakan manajer dan anggota kelompok kotor
JAKARTA (-) – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat III Ahmad Sahroni mendesak Direktorat Undang -Undang Pidana (Dittipidsiber) dari Polisi Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menangkap partai di belakang kelompok media sosial Facebook yang berisi konten konten atau incest.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini sangat menjijikkan. Oleh karena itu saya meminta polisi dan Komdigi untuk mengeksplorasi dan tindakan para manajer dan anggota kelompok kotor,” kata Sahroni dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Jumat.
Sahroni mengatakan kelompok yang berisi konten yang menyimpang memiliki potensi untuk menyebabkan korban sehingga penegak hukum harus segera bertindak.
“Mereka dengan jelas mengakomodasi penyimpangan dan ini masih fantasi, jika kita tidak menghentikannya dan sampai fantasi menjadi kenyataan, ini akan menyebabkan kekerasan kriminal yang luar biasa menghancurkan para korban. Jadi mereka harus dicari, dan dipupuk secara psikologis, dan kita menghentikan mereka sebelum insiden itu,” katanya.
Selain itu, Sahroni juga meminta para pelaku ini untuk tidak diberi ruang di media sosial, atau dalam kehidupan sehari -hari.
“Jangan pernah memberi ruang kepada mereka untuk menunjukkan keberadaan mereka. Tutup semua celah interaksi mereka di media sosial. Dan jika ada yang tahu di sekitarnya, itu harus dilaporkan. Dengan munculnya kasus kekerasan seksual akhir -akhir ini, saya yakin sudah waktunya bagi kita untuk juga mengambil langkah -langkah pencegahan yang lebih sengit,” katanya.
Diketahui, warga negara Indonesia terkejut oleh grup Facebook yang disebut 'Fantasi Fantasi' yang berisi ribuan anggota. Grup ini menarik kritik oleh pengguna media sosial.
Grup Facebook dikritik karena banyaknya orang yang berbagi pengalaman menyimpang dengan keluarga mereka sendiri.
Mengenai masalah ini, polisi Medan menangkap saudara kandung pasangan yang inssessing yang membuang mayat bayi mereka menggunakan taksi sepeda motor online.
Baca Juga: KPAI meminta pemerintah daerah untuk fokus mengantisipasi INS dalam keluarga yang rentan
Baca Juga: Komnas: Budaya Patriarki memicu hubungan darah di Bengkulu
Reporter: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Budi Suyanto
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










