Rumah Bumn Menjadi Jembatan Umkm Lokal Menyebabkan Rasa Khas Indonesia Sambal ke Luar Negeri

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Sambal Kawani, produk kemasan sambal dari Jakarta, semakin stabil untuk memperluas pasar ekspornya agar berhasil membawa selera otentik Indonesia ke negara -negara asing, terutama ke Taiwan.

Pemilik Sambal Kawani Daniel Hendra mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 sendiri menjadi titik balik bagi bisnis yang dikelola. Karena, sebelum Pandemi, Daniel telah berhasil mengelola restoran ayam goreng di salah satu wisma di daerah Gading Kelapa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada waktu itu, omset kami dapat mencapai Rp3,5 juta per hari dari penjualan masakan ayam. Namun, ketika Pandemi mulai berkembang, orang -orang bekerja dari rumah dan food court sehingga tenang. Pendapatan menurun secara dramatis,” kata Daniel.

Penurunan omset ini berlangsung selama berbulan -bulan. Namun, Daniel mulai melihat peluang baru. Ketika beberapa pelanggan kembali makan ayam goreng, ia menyadari ada satu elemen yang masih dicari, yaitu saus cabai khasnya.

“Titik balik ketika Covid-19 mulai kembali, orang-orang mulai makan di luar lagi. Dan ketika orang-orang datang untuk makan ayam kami, ternyata mereka menyukai saus cabai. Dengan begitu, kami berpikir untuk fokus pada saus cabai,” kata Daniel.

Seiring waktu, Daniel juga menyadari bahwa sausnya tidak hanya disukai oleh pelanggan lokal, tetapi juga oleh mereka yang melewatkan rasa kota asal Indonesia. Momen itu membuat Daniel berpikir lagi tentang cara membuat saus untuk menjangkau lebih banyak orang. Dari sini ide untuk memproduksi saus cabai yang dikemas muncul, menghadirkan rasa otentik masakan rumah Indonesia bagi siapa pun, termasuk diaspora yang merindukan kota asal.

“Kami sadar, orang -orang menyukai saus cabai. Jadi, mengapa tidak menjualnya secara terpisah? Dari sana, kami memulai produksi Sambal dalam kemasan,” tambahnya.

Keputusan itu terbukti benar. Akibatnya, tidak hanya diterima di pasar lokal, Sambal Kawani berhasil mencatat pesanan dari Taiwan ke ribuan botol. Daniel juga terus mengembangkan produknya menjadi 18 rasa, seperti saus ikan ROA, Skipjack, Squid, Oseng Ribs, Teri Pete, untuk minyak cabai.

“Tahun ini, permintaan dari Taiwan tidak hanya untuk saus cabai bawang, tetapi juga untuk rasa baru. Oleh karena itu, kita mulai mengembangkan lebih banyak varian saus cabai yang sesuai dengan selera pasar,” kata Daniel.

Upaya untuk mengembangkan varian sambal ini terbukti efektif dalam mendorong penjualan. Daniel mengungkapkan bahwa omset saat ini mencapai puluhan juta rupiah, tergantung pada musim penjualan dan permintaan pasar, baik ekspor maupun lokal. Potensi terus tumbuh seiring dengan perluasan pasar yang terus dilakukan.

Melihat peluang besar di pasar Asia, Daniel mulai menargetkan negara -negara lain seperti Malaysia dan Singapura. Keputusan ini bukan tanpa dasar. Berdasarkan data diaspora Indonesia di luar negeri, permintaan untuk produk makanan khas Indonesia cukup tinggi, terutama di Singapura dan Amerika Serikat. Daniel mengatakan permintaan dari negara -negara ini masih Jastip (layanan yang dipercayakan). Daniel optimis bahwa di masa depan ia bisa mendapatkan pesanan dengan sistem bulking.

Selain itu, ia mengatakan bahwa keberhasilan saus cabai Kawani tidak dapat dipisahkan dari dukungan dari Bri Jakarta Bumn House, yang ia ikuti sejak 2022. Melalui program ini, Daniel mendapat wawasan baru tentang branding, strategi digitalisasi, untuk manajemen keuangan.

“Biasanya dalam grup ada sesi berbagi dengan topik berbeda yang sangat berguna untuk pengembangan bisnis kami, mulai dari pemasaran digital, manajemen konten, untuk menangani sertifikasi halal,” katanya.

Sementara pada kesempatan yang terpisah, Sekretaris Perusahaan BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan bahwa BRI tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga pemberdayaan yang membantu bisnis lokal memahami strategi pemasaran dan memperluas jaringan untuk meningkatkan penjualan mereka.

“Peran aktif Rumah Jakarta Bumn dalam mendukung MSMES sejalan dengan komitmen BRI dalam memberdayakan bisnis melalui program pelatihan dan pendampingan. Rumah -rumah Bumn tidak hanya tempat pertemuan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kapasitas dan kemampuan yang membantu MSM,” simpul Hendy.

Reporter: PR Wire
Editor: PR Wire
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB