Raffi Ahmad mengingatkan pesantren dari Digital Melek

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saya selalu memberi tahu generasi muda, pendidikan itu penting tetapi saya juga memberi tahu anak saya, istri ilmu kehidupan yang diajarkan oleh agama, dengan sopan santun

Kediri (-) – Utusan khusus Presiden Republik Indonesia, Raffi Ahmad mengundang pesantren ke literasi digital, sehingga kebaikan PESantren diinformasikan kepada komunitas yang lebih luas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Raffi mengatakan dia bahagia karena banyak anak muda belajar di pesantren, karena hal terpenting bagi kaum muda adalah belajar termasuk belajar agama dengan cinta.

“Saya selalu mengatakan kepada generasi muda, pendidikan itu penting tetapi saya juga memberi tahu anak saya, istri ilmu kehidupan yang diajarkan oleh agama, dengan sopan. Agama nomor satu dan di pesantren,” katanya dalam pernyataannya di Kediri pada hari Kamis.

Dia menambahkan, di pesantren ada siswa yang juga pendahulu dan generasi berikutnya di masa depan. Mereka akan menjadi Gus, Ning, Kiai dan Bersedia Tuhan Presiden, dapat menjadi penerus pemimpin.

Baca Juga: Wamenekraf menekankan pentingnya menguasai bahasa dunia digital

Dia juga menambahkan, dalam agama harus saling mencintai, toleransi. Dalam semua agama yang diajarkan tentang kebaikan.

Dia mengatakan, pengembangan Times juga berlanjut. Sekarang adalah waktu media sosial seperti Tik Tok, dan lainnya.

Dia memberikan contoh kegiatan yang mengundang kebaikan dan viral di media sosial, yaitu aktivitas membersihkan masjid yang dilakukan oleh seorang pemuda sampai orang yang bersangkutan diundang untuk pergi berziarah langsung oleh raja Arab Saudi.

“Luar biasa. Dari teman -teman viral, dari media sosial, ada televisi. Jika sudah waktunya belajar 100 persen kita belajar, tetapi jika waktunya santai, itu bisa viral,” katanya.

Baca Juga: BNI Meningkatkan Literasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong

Dia juga mengatakan, sosok anak muda juga harus berani maju. Misalnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto sekarang banyak dikelilingi oleh kaum muda.

Menurutnya, silang -generasi itu penting, jadi ketika terlihat tentang kebaikan adalah positif.

Dia juga berharap bahwa pesantren juga akan lebih bersedia dan adaptif dengan media sosial. Dalam pesantren yang dilatih dalam pengetahuan agama dan dapat berbagi pengetahuan tentang kebaikan dengan konten yang bermanfaat.

“Saya selalu mengatakan, secerdas orang jika mereka menjadi pemimpin, jika mereka pandai otak mereka, sementara agama tidak kuat, itu tidak akan menjadi apa pun. Jadi pesantren harus maju,” kata Raffi.

Baca Juga: Siswa SDN di Madiun City Learn Coding untuk Meningkatkan Kemampuan Digital

Sementara itu, Komite Kh Zahrul Azhar Asumta Acara atau akrab bernama Gus Hans mengatakan bahwa kegiatan ini adalah pertemuan Kiai untuk menggemakan “Gerakan Nasional Ayo Mondok”. Dalam kegiatan ini dikemas dengan Muhalaqoh (Muhasabah dan Halaqoh).

“Ini adalah paket yang lengkap. Ada muhasabah yang mengakui kesalahan yang harus diperbaiki. Kami adalah halaqoh mencari jalan keluar, jadi bagi kami media penting, karena media juga merupakan mitra kami. Pesantren yang kami harapkan melalui tangan yang dingin dari teman -teman dapat menyampaikan pesantren yang sebenarnya,” katanya.

Gerakan nasional Ayo Mondok adalah sosialisasi pesantren dan mengundang publik bahwa pesantren adalah pilihan pertama untuk mendidik mereka sesuai dengan karakter bangsa.

Dia juga berharap bahwa pesantren akan lebih melek digital dan menjadi aktor digital sendiri.

“Jika media digital pesantren, mereka tidak akan dapat memiliki hati untuk menginformasikan sesuatu yang tidak benar. Dan menyampaikan informasi yang dia tahu. Jadi, transformasi pemahaman, kami mentransfer pengetahuan tentang bagaimana pesantren memahami digital,” katanya.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Rabu (5/28) dihadiri oleh ratusan pengasuh sekolah asrama dari semua sekolah asrama di Jawa Timur. Kegiatan berlangsung di sekolah asrama Islam Al Amien Ngasinan, Kediri City.

Baca Juga: Mengundang Orang Muda Menjadi Literasi Digital Menjaga Pilkada

Reporter: Asmaul Chusna
Editor: Sambas
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB