Puan meminta istilah orde lama untuk tidak dihilangkan dalam sejarah versi baru

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apa pun kejadian itu tidak membiarkan apa pun menyakitkan, jangan biarkan apa pun dieliminasi karena sejarah tetap menjadi sejarah.

Jakarta (-) – Pembicara Parlemen Indonesia Puan Maharani meminta agar istilah yang menyebutkan era pemerintah orde lama tidak dihilangkan dalam penulisan versi baru sejarah yang sedang disusun oleh pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Apa pun insiden itu tidak boleh disakiti, jangan biarkan apa pun dihilangkan karena sejarah tetap menjadi sejarah,” kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Untuk alasan ini, Puan meminta agar persiapannya ditinjau terlebih dahulu.

Menurutnya, menulis versi sejarah terbaru harus hati -hati dan berdasarkan masukan dari semua pihak.

“Jangan terburu -buru, bahkan kemudian melanggar aturan dan mekanisme,” katanya.

Meskipun ada momen cerita yang pahit, ia berharap pengiriman sejarah harus transparan.

“Jadi, tidak pernah, lupakan sejarah,” kata Puan.

Baca Juga: Era Reformasi Bahasa Pers Mirip dengan Orde Lama

Baca Juga: Dengan Lenso Soekarno Mempertahankan Kedaulatan Budaya dari Nekolim

Puan melanjutkan, “Jika Anda benar -benar ingin ditingkatkan, tolong. Namun, namanya adalah sejarah apakah itu pahit atau bagus, ya jika harus diatur ulang, maka diulang sebaik mungkin.”

Sebelumnya, Menteri Budaya Fadli Zon mengungkapkan bahwa persiapan versi baru sejarah oleh para sejarawan, termasuk masalah penghapusan istilah tatanan lama.

Fadli Zon menjelaskan bahwa pemerintah pada waktu itu tidak pernah menyebutkan atau memperkenalkan zamannya sebagai tatanan lama.

Pandangan ini, katanya, diambil untuk membuat suasana yang lebih inklusif dan netral.

“Jika Orde Baru menyebutnya Orde Baru. Namun, Pemerintah pada waktu itu apakah Pemerintah selama periode itu menyebut Ordo Lama?

Reporter: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: D.DJ. Kliwantoro
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB