Peristiwa politik Jakarta (-) telah terjadi pada hari Selasa (5/13), dan berikut adalah lima berita terpilih yang dapat Anda baca pagi ini, mulai dari tentara Indonesia mengungkapkan fakta-fakta yang berkaitan dengan kasus ledakan amunisi di Garut ke rencana untuk membentuk badan regulator BUMD.
1. Tentara telah berhenti menyelidiki kasus ledakan di Garut
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor Informasi Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana mengatakan bahwa partainya telah menangguhkan untuk sementara penyelidikan ledakan amunisi tentara di Garut, Jawa Barat.
Baca lebih lanjut di sini.
2. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengingatkan pemerintah tentang status TOBA Geopark terancam
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Komisi VII Bane Raja Manalu mengingatkan pemerintah bahwa status TOBA Caldera Geopark terancam dicabut dari UNESCO Global Geopark jika tidak melakukan rekomendasi untuk peningkatan tata kelola.
Baca lebih lanjut di sini.
3. DPR dan Kementerian Dalam Negeri Mempersiapkan Badan Regulator BUMD
Anggota Komisi Dewan Perwakilan Rakyat II Muhammad Khozin mengatakan bahwa saat ini DPR dan Kementerian Dalam Negeri (Kementerian Dalam Negeri) sedang mengerjakan rencana untuk membentuk badan regulator BUMD yang dapat meningkatkan kontribusi pendapatan asli regional (PAD).
Baca lebih lanjut di sini.
4. Tni AD menyelidiki penyebab masuknya penduduk ke dalam bidang penghancuran amunisi
Kepala Kantor Informasi Angkatan Darat Indonesia (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana mengatakan bahwa partainya akan mengeksplorasi penyebab masuknya warga sipil ke lokasi peledakan amunisi Afkir di wilayah Garut, Jawa Barat.
Baca lebih lanjut di sini.
5. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat mengingatkan TNI bahwa penghancuran amunisi adalah steril dari penduduk
Anggota Komisi Dewan Perwakilan Rakyat I AMELIA ANGGRAINI mengingatkan jajaran TNI bahwa penghancuran amunisi yang tidak cocok untuk diadakan di lokasi steril masyarakat sipil untuk mencegah insiden seperti yang terjadi di Garut, Jawa Barat, untuk menyebabkan puluhan nyawa.
Baca lebih lanjut di sini.
Reporter: Rio Feisal
Editor: Laode Masrafi
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










