Pengamat: Pancasila menjadi lawan benteng provokasi di era media sosial

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengawasan dan regulasi yang masih lemah oleh pemerintah konten di media sosial juga memiliki potensi untuk memunculkan konflik horizontal.

Jakarta (-) – Pengamat sosial dan pendidikan Serian Wijatno mengatakan bahwa Pancasila menjadi benteng bagi orang -orang Indonesia dalam memerangi provokasi di era media sosial.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Sabtu, Serian menjelaskan bahwa di era media sosial saat ini muncul Hoaks, pidato kebencian, dan konten negatif lainnya yang dapat mengancam persatuan dan integritas bangsa.

Kondisi ini, melanjutkan, diperburuk oleh fakta bahwa masih ada banyak orang yang tidak mengerti bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak. Akibatnya, divisi muncul di masyarakat.

“Jadi, memicu polarisasi dan fragmentasi masyarakat, terutama jika masyarakat hanya berinteraksi dengan orang -orang yang memiliki pandangan yang sama,” katanya.

Selain itu, pengawasan dan regulasi yang masih lemah oleh pemerintah konten di media sosial juga memiliki potensi untuk menyebabkan konflik horizontal.

Baca Juga: Lestari Moerdijat: Praktik Pancasila harus ditanamkan lebih awal

Baca Juga: PDIP: Kepala Regional Harus Memahami Peran Pihak dan Nilai Pancasila

Pada akhirnya, katanya, kebanyakan orang memiliki ketergantungan pada teknologi yang dapat membuat orang melupakan nilai -nilai mulia Pancasila dan lebih fokus pada kepentingan pribadi atau kelompok.

Oleh karena itu, Serian menyarankan untuk membangun kesadaran Pancasila sehingga nilai -nilai toleransi dan persatuan di dalamnya dapat menjadi panduan bagi masyarakat untuk menolak berita Hoaks dan kebencian.

“Pancasila sebagai ideologi negara bisa menjadi benteng yang kuat untuk melawan fenomena ini karena Pancasila memiliki nilai -nilai yang dapat menjadi dasar moral bagi orang -orang Indonesia untuk hidup berdampingan dan saling menghormati,” katanya.

Serian juga menyarankan bahwa ada upaya dalam hal meningkatkan literasi digital dan mengembangkan peraturan yang efektif untuk mengatur penggunaan teknologi digital oleh masyarakat.

Reporter: Nadia Putri Rahmani
Editor: D.DJ. Kliwantoro
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB