Penduduk yang memupuk Lapas Subang Harvest 12 ton beras

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Direktur Jenderal Koreksi (Dirjenpas) dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kementerian Imimbanisasi) Mashudi mengatakan bahwa penduduk yang dipupuk dari lembaga pemasyarakatan Subang (LAPAS) memanen 12 ton beras dari darat di lingkungan penjara setempat pada hari Sabtu.

“Semua panen ini dilakukan oleh penduduk yang dipupuk yang telah dilatih oleh petugas dan bekerja sama dengan mitra,” kata Mashudi dalam siaran pers resmi direktur jenderal yang diterima di Jakarta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mashudi, panen padi ini adalah bukti pembinaan yang dilakukan oleh penjara untuk penduduk target.

Alasannya, ia melanjutkan, program ini dianggap dapat mengasah kemampuan warga yang dipupuk sambil memberi mereka kesempatan untuk berubah menjadi orang yang lebih baik.

“Ini adalah upaya untuk menumbuhkan harapan bagi penduduk yang menumbuhkan yang telah hilang, dapat menjadi orang mandiri yang kompeten, yang telah menyadari kesalahan mereka dan siap untuk memainkan peran positif dalam masyarakat,” kata Mashudi.

Baca Juga: Direktur Jenderal Koreksi Disebut 612 Tahanan telah dipindahkan ke Nusakambangan

Baca Juga: Ditjenpas Bangun Bangun Lapas Baru di Aceh Tenggara mengatasi “kelebihan kapasitas”

Tidak hanya belajar pertanian padi, katanya, di area seluas 36.000 hektar, penduduk target juga diajarkan untuk menanam singkong dan tanaman hortikultura lainnya.

Selain itu, lanjutan Mashudi, mereka juga diajarkan untuk mengobati 80.000 biji ikan di kolam di tanah.

Melalui kegiatan ini, ia berharap bahwa warga target dapat memiliki keterampilan modal untuk membuka bisnis di bidang pertanian atau peternakan setelah meninggalkan lembaga pemasyarakatan.

“Ini bukan hanya tentang panen, tetapi tentang antusiasme warga yang dipupuk mempersiapkan masa depan mereka berikutnya dengan terlibat dalam ketahanan Subang Lapas melalui pertanian dan perikanan,” kata Mashudi.

Reporter: Walda Marisone
Editor: D.DJ. Kliwantoro
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB