Jakarta (-) – Polisi Metro Jakarta Timur (Jakarta Timur) menangkap enam pungutan ilegal (pemerasan) dengan kedok koperasi di Pasar Utama Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/14).
“Pihak berwenang berhasil mengamankan enam pelaku pemerasan di Area Pasar Utama Kramat Jati, Jakarta Timur. Operasi ini menargetkan praktik pemerasan atas nama koperasi Bapengkar,” kata Komisaris Kepala Kepolisian Kramat Jati Rusit Malacca ketika dikonfirmasi di Jakarta pada hari Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca juga: preman dengan kedok organisasi massa untuk pedagang pemerasan di pasar utama Kramat Jati
Pungutan ilegal dan parkir ilegal di pasar utama Kramat Jati mengganggu para pedagang dan pengunjung pasar. Jadi, partainya berkomitmen untuk memberantas praktik pemerasan melalui operasi pemberantasan Jaya 2025 yang diadakan Rabu sore hingga malam.
Selain menangkap enam orang yang diduga pemerasan, polisi juga mendapatkan sejumlah bukti dalam bentuk uang tunai.
Enam pelaku diamankan masing -masing dengan inisial S (56), S (61), RM (39), k (38), z (43), dan S (43). Semua pelaku dikenal bekerja sebagai petugas parkir dan ditemukan menerima pungutan ilegal dengan berbagai nilai mulai dari RP. 25.000 hingga RP. 40.000.
“Kami menemukan praktik pemerasan dengan kedok koperasi yang dilakukan oleh petugas parkir. Ini jelas melanggar hukum dan sangat merugikan masyarakat,” kata Rusit.
Baca Juga: Polisi Tangkap Orma yang Diintimidasi oleh Kepala Keamanan Pasar Kramat Jati
Menurutnya, bukti dalam bentuk uang tunai dari pemerasan yang dijamin oleh petugas untuk tujuan penyelidikan lebih lanjut.
Keenam pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh polisi. Sedangkan Pengoperasian Pengoperasian Jaya 2025 akan terus menciptakan lingkungan pasar yang aman dan pemerasan.
“Kami akan terus mencoba sampai praktik pemerasan di yurisdiksi Jakarta Timur dapat diatasi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Rusit.
Sebelumnya, personel bersama dari TNI, Polri, Jakarta East Satpol PP membongkar Pos Organisasi Komunitas (Ormas) di Pasar Utama Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/14) malam.
Pembongkaran pos organisasi massal ini adalah arah Kepala Polisi Metro Jakarta Timur (Jakarta Timur) untuk menciptakan keindahan lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitarnya.
Baca Juga: Polisi Tangkap Orma yang Diintimidasi oleh Kepala Keamanan Pasar Kramat Jati
Baca Juga: Posting Organisasi Komunitas Personel Gabungan di Pasar Utama Kramat Jati
Selain membongkar pos organisasi massal di pasar utama, petugas gabungan juga menyisir preman dengan kedok organisasi massa yang diduga masih berada di area pasar.
Upaya ini adalah komitmen untuk menghilangkan lebih banyak intimidasi kepada pedagang atau keamanan pasar utama Kramat Jati.
“Perintah kepemimpinan kami, tidak ada intimidasi kepada para pedagang di sini. Kami memberikan kenyamanan, ketenangan para pedagang. Kami juga bekerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk mengamankan situasi di pasar ini,” jelas Rusit.
Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










