Pelaku pemerasan dengan kedok koperasi di pasar utama Kramat Jati ditangkap

- Jurnalis

Kamis, 15 Mei 2025 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Polisi Metro Jakarta Timur (Jakarta Timur) menangkap enam pungutan ilegal (pemerasan) dengan kedok koperasi di Pasar Utama Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/14).

“Pihak berwenang berhasil mengamankan enam pelaku pemerasan di Area Pasar Utama Kramat Jati, Jakarta Timur. Operasi ini menargetkan praktik pemerasan atas nama koperasi Bapengkar,” kata Komisaris Kepala Kepolisian Kramat Jati Rusit Malacca ketika dikonfirmasi di Jakarta pada hari Kamis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: preman dengan kedok organisasi massa untuk pedagang pemerasan di pasar utama Kramat Jati

Pungutan ilegal dan parkir ilegal di pasar utama Kramat Jati mengganggu para pedagang dan pengunjung pasar. Jadi, partainya berkomitmen untuk memberantas praktik pemerasan melalui operasi pemberantasan Jaya 2025 yang diadakan Rabu sore hingga malam.

Selain menangkap enam orang yang diduga pemerasan, polisi juga mendapatkan sejumlah bukti dalam bentuk uang tunai.

Enam pelaku diamankan masing -masing dengan inisial S (56), S (61), RM (39), k (38), z (43), dan S (43). Semua pelaku dikenal bekerja sebagai petugas parkir dan ditemukan menerima pungutan ilegal dengan berbagai nilai mulai dari RP. 25.000 hingga RP. 40.000.

“Kami menemukan praktik pemerasan dengan kedok koperasi yang dilakukan oleh petugas parkir. Ini jelas melanggar hukum dan sangat merugikan masyarakat,” kata Rusit.

Baca Juga: Polisi Tangkap Orma yang Diintimidasi oleh Kepala Keamanan Pasar Kramat Jati

Menurutnya, bukti dalam bentuk uang tunai dari pemerasan yang dijamin oleh petugas untuk tujuan penyelidikan lebih lanjut.

Keenam pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh polisi. Sedangkan Pengoperasian Pengoperasian Jaya 2025 akan terus menciptakan lingkungan pasar yang aman dan pemerasan.

“Kami akan terus mencoba sampai praktik pemerasan di yurisdiksi Jakarta Timur dapat diatasi dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Rusit.

Sebelumnya, personel bersama dari TNI, Polri, Jakarta East Satpol PP membongkar Pos Organisasi Komunitas (Ormas) di Pasar Utama Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (5/14) malam.

Pembongkaran pos organisasi massal ini adalah arah Kepala Polisi Metro Jakarta Timur (Jakarta Timur) untuk menciptakan keindahan lingkungan dan keselamatan masyarakat sekitarnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap Orma yang Diintimidasi oleh Kepala Keamanan Pasar Kramat Jati

Baca Juga: Posting Organisasi Komunitas Personel Gabungan di Pasar Utama Kramat Jati

Selain membongkar pos organisasi massal di pasar utama, petugas gabungan juga menyisir preman dengan kedok organisasi massa yang diduga masih berada di area pasar.

Upaya ini adalah komitmen untuk menghilangkan lebih banyak intimidasi kepada pedagang atau keamanan pasar utama Kramat Jati.

“Perintah kepemimpinan kami, tidak ada intimidasi kepada para pedagang di sini. Kami memberikan kenyamanan, ketenangan para pedagang. Kami juga bekerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk mengamankan situasi di pasar ini,” jelas Rusit.

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Syaiful Hakim
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB