Pontianak (-) – Badan Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat (BKSDA) bekerja sama dengan Sintang Orangutan Rescue Foundation (YPOS) untuk mentranslokasi satu orang Kalimantan Orangutan (Pongo Pygmaeus) bernama Mungky untuk Arsari Orangutan (PSO) SUAKA Center di Kalimantan Timur.
“Orangutan jantan berusia 24 tahun itu sebelumnya diselamatkan dari pemeliharaan masyarakat di Kabupaten Sangggau pada tahun 2014. Sejak itu, Mungky telah menjalani proses perawatan dan rehabilitasi di YPOS Jerora Forest School, Sintang,” kata kepala Kalimantan Barat Bksda, Murlan Dameria Pane, di Pontiankan, pada hari Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, berdasarkan pengamatan dan perilaku medis, Mungky menunjukkan sifat agresif permanen yang membuatnya dikategorikan sebagai tidak dapat dielesaikan, Ini berarti bahwa itu tidak dapat dilepaskan ke alam.
“Sejak awal, Mungky menunjukkan perilaku agresif yang berisiko dan tidak mengizinkan untuk mengikuti program rehabilitasi dan sekolah -sekolah hutan. Dia terlalu lama bergantung pada manusia,” katanya.
Baca Juga: Strategi Kolaborasi Untuk Memelihara Dua Subspesies Orangutan Di Kalimantan Barat
Dia menjelaskan, PSO Arsari, hasil kerja sama antara Arsari Djajohadikusumo dan Bksda East Kalimantan Foundation, dirancang khusus untuk mengakomodasi orangutan pria dewasa yang tidak dapat dilepaskan karena kesehatan, perilaku, atau kondisi khusus lainnya.
“Pulau Orangutan Suaka di PSO Arsari memberikan solusi alternatif bagi Mungky untuk hidup semi-liar di lingkungan yang mendukung kesejahteraannya,” kata Murlan.
PSO Arsari dilengkapi dengan fasilitas dan sistem manajemen sesuai dengan prinsip -prinsip kesejahteraan hewan, yang memungkinkan Guhu tetap aktif dan sehat meskipun ia tidak dapat kembali ke habitat aslinya.
Mungky berangkat dari Jerora Forest School, Sintang pada Kamis malam (5/22) pukul 20.00 WIB. Dia melakukan perjalanan darat selama 9 jam ke Bandara Supadio, Kubu Raya, dengan bantuan tim medis YPOS yang terus memantau kondisi kesehatannya.
Pada hari Jumat pagi (5/23), Mungky diterbangkan ke Balikpapan dengan transit selama 4 jam di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Setibanya di Balikpapan, perjalanan berlanjut ke pelabuhan ITCI dan akhirnya tiba di PSO Arsari pukul 21.59 Wita.
Setibanya di lokasi, Mungky segera menjalani pengamatan lebih lanjut oleh tim medis untuk memastikan kondisi fisik dan mentalnya tetap stabil.
Keesokan harinya, Sabtu (5/24) ditandatangani oleh menit -menit penyerahan hewan di antara Kalimantan Barat Bksda dan Kalimantan Timur Bksda, serta penyerahan endapan dari Bksda Timur Kalimantan ke PSO Arsari sebagai manajer.
“Penandatanganan ini menandai penyelesaian seluruh rangkaian proses translokasi orangutan Kalimantan yang dilindungi oleh hukum,” katanya.
Bksda Kalimantan Barat menyatakan terima kasih atas sinergi dari berbagai partai yang terlibat, yaitu Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Pusat Ksda Kalimantan Timur, YPOS, dan Yayasan Arsari Djajadikusumo.
“Kegiatan ini adalah bukti yang jelas dari komitmen bersama dalam mendukung konservasi satwa liar endemik Kalimantan, terutama orangutan, yang semakin terancam oleh degradasi habitat dan konflik manusia,” kata Murlan.
Baca Juga: Kalimantan Bksda Timur Menghemat 37 Orangutan Hingga Februari 2025
Baca Juga: Kalimantan Barat Bksda: Konflik Manusia dan Orangutan Drastik
Reporter: Rendra Oxttora
Editor: Nurul Hayat
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










