Mewakili Republik Indonesia di Forum PBB, BSI menggambarkan konsep keuangan Islam untuk SDGS

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inklusivitas adalah salah satu nilai unik dari keuangan Islam yang dilirik oleh komunitas dunia

Jakarta (-) – PT Bank Syariah Indonesia TBK (BSI) adalah perwakilan dari Indonesia dalam acara sampingan 2025 Forum Ekonomi dan Dewan Sosial PBB (UNCOSOC) tentang Pembiayaan untuk Pembangunan (FFD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

BSI menjelaskan konsep keuangan Islam ke dalam kerangka pembiayaan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) dalam Dana SDG bersama, dan Program Pembangunan PBB (UNDP) yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia di Markas Besar PBB (PBB), New York, Amerika Serikat.

“Inklusivitas adalah salah satu nilai unik dari keuangan Islam yang dilirik oleh komunitas dunia,” kata Direktur Keuangan & Strategi Ade Cahyo Nugroho dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Kamis.

Melalui aspek -aspek inklusif, sektor keuangan Islam menyajikan layanan yang dapat mencapai semua tingkat masyarakat, terutama dari mereka yang telah underbanked dan tidak memiliki rekening bank.

BSI menekankan prospek positif untuk pengembangan sektor keuangan Islam global di masa depan mengingat karakter keuangan Islam yang didasarkan pada prinsip -prinsip keadilan, kesetaraan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (tujuan pembangunan/SDG yang berkelanjutan).

Cahyo mengatakan bahwa keuangan Islam tidak hanya memberdayakan individu tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi dunia yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Prinsip -prinsip dalam keuangan Islam sangat sesuai dengan cita -cita pembangunan global, yang memperjuangkan manfaat dari ekonomi nyata dan keberlanjutan,” katanya.

Menurutnya, prinsip -prinsip ini menumbuhkan semangat yang saling menguntungkan, yang didukung oleh kerangka etika dan dampak sosial dan lingkungan yang kuat.

Selain itu, prinsip -prinsip ini memprioritaskan transparansi, yang membuat keuangan Islam bukan hanya pilihan finansial, tetapi juga komitmen untuk masa depan yang lebih adil dan bertanggung jawab.

Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (PBB ECOSOC) adalah salah satu dari enam lembaga utama PBB yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan kegiatan ekonomi, sosial, budaya, kesehatan dan hak asasi manusia.

UN ECOSOC akan mengadakan Konferensi Internasional Keempat tentang Pembiayaan untuk Pembangunan atau Pembiayaan untuk Pembangunan (FFD4) di Spanyol pada Juni hingga Juli 2025.

Konferensi Internasional Keempat tentang Pembiayaan untuk Pembangunan (FFD4) adalah pertemuan global tingkat tinggi yang diadakan setiap 10 tahun, di mana para pemimpin negara, bersama dengan organisasi internasional dan regional, lembaga keuangan dan bisnis, masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong kerja sama internasional yang lebih kuat terkait dengan pembiayaan pembangunan dan mempercepat pencapaian SDG.

Forum UNCOSOC PBB tentang Pembiayaan untuk Pembangunan adalah momentum untuk membahas pandangan strategis dan inovasi tentang masalah pendanaan pembangunan menjelang pertemuan puncak Konferensi Internasional Keempat tentang Pembiayaan untuk Pembangunan.

Baca Juga: BSI: Distribusi Pembiayaan Berkelanjutan Rp72.6 triliun hingga Maret

Baca Juga: BSI: Indeks Konsumsi Muslim dapat digunakan sebagai referensi untuk pembuat kebijakan

Baca Juga: Bewize Release, BSI bertujuan untuk pertumbuhan pelanggan perusahaan hingga 50 persen

Reporter: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Agus Salim
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB