Jika Anda ingin menambahkan persyaratan baru dalam bantuan penyaluran, itu tidak dapat dilakukan secara sepihak diberikan banyak pertimbangan yang harus dipelajari
Yogyakarta (-) – Menteri Urusan Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa masih membutuhkan waktu untuk memeriksa gagasan gubernur Java Dedi Mulyadi Barat yang ingin menjadikan vasektomi sebagai syarat bagi masyarakat untuk menerima bantuan sosial (bantuan sosial).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya, kita perlu waktu untuk mencerna gagasan Kang Dedi (Dedi Mulyadi),” kata Menteri Sosial Saifullah di Yogyakarta, Sabtu.
Menurutnya, proposal semacam itu harus dipertimbangkan secara menyeluruh, terutama karena bantuan sosial telah diberikan dalam kerangka perlindungan dan jaminan sosial.
Bansos melalui Program Harapan Keluarga (PKH), katanya, telah dirancang untuk membantu orang miskin memenuhi kebutuhan dasar sambil membuka jalan menuju kemerdekaan.
“Memotivasi penerima bantuan sosial untuk dapat naik kelas, untuk dapat hidup lebih mandiri, untuk memiliki keterampilan dan akses terbuka,” kata menteri, yang akrab disebut Gus Ipul.
Baca Juga: Menteri Sosial Menilai Gagasan Dedi Mulyadi tentang Vasektomi Sehingga Persyaratan untuk Menerima Bantuan Sosial
Jika Anda ingin menambahkan kondisi baru dalam distribusi bantuan, menurut Gus Ipul, itu tidak dapat dilakukan secara sepihak dengan banyak pertimbangan yang harus dipelajari, mulai dari aspek agama hingga hak asasi manusia (HAM).
“Jika ditambahkan dengan kondisi di luar desain program, kita harus membahasnya. Terutama jika kita membuat keputusan dengan mempertimbangkan nilai -nilai agama, nilai -nilai hak asasi manusia, dan pertimbangan lainnya,” katanya.
Ketika menyinggung masalah Haram Fatwa dari Dewan Ulema Indonesia (MUI) yang terkait dengan vasektomi, Saifullah tidak menyangkal bahwa ini adalah salah satu alasan untuk perlunya diskusi silang -sektoral.
“Jadi itu salah satunya, banyak. Ini harus dihitung bersama,” katanya.
Gus Ipul juga mengingatkan bahwa sebagian besar bantuan sosial dari pemerintah telah dimaksudkan untuk kebutuhan dasar masyarakat, seperti asupan nutrisi untuk wanita hamil dan anak -anak.
Baca Juga: Menteri Koordinasi untuk PM Masalah Vasektomi Bantuan Sosial Ketentuan: Anda tidak dapat membuat aturan Anda sendiri
“Ini harus diberikan pada kebutuhan wanita hamil, untuk anak -anak, bayi. Jadi, jelas penunjukannya,” kata Menteri.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana membuat partisipasi keluarga berencana sebagai syarat bagi masyarakat untuk menerima bantuan dari beasiswa ke berbagai bantuan sosial dari provinsi tersebut.
Dedi di Bandung, Senin (28/4), mengatakan rencana itu ditujukan untuk memberikan bantuan pemerintah, termasuk dari provinsi, lebih adil dan tidak fokus pada satu pihak atau satu keluarga.
Semua bantuan pemerintah nanti, katanya, akan diintegrasikan dengan KB.
Dedi menekankan bahwa di masa depan, penerima bantuan sosial harus diintegrasikan dengan data populasi. Lebih khusus lagi, dalam data populasi harus berisi data tentang peserta KB, terutama keluarga berencana atau vasektomi pria.
“Jangan biarkan kesehatannya dijamin, kelahirannya dijamin, tetapi negara menjamin keluarga dan itu juga. Mereka yang mendapatkan beasiswa, yang melahirkan, perumahan keluarga, bantuan keluarga non-tunai, uang negara Mikul akan berada dalam satu keluarga,” kata Dedi.
Baca juga: Jawa Barat Mui menekankan haram vasektomi
Baca Juga: Komnas Ham: Vasektomi tidak boleh ditukar dengan bantuan sosial
Reporter: Luqman Hakim
Editor: Indra Gultom
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










