Menteri PKP segera membentuk Asosiasi Penduduk Flat dan Rumah Subsidi

- Jurnalis

Sabtu, 3 Mei 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Menteri Perumahan dan Area Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait akan membentuk asosiasi penduduk penduduk apartemen, flat (flat) dan rumah bersubsidi.

“Dalam dua minggu saya akan membentuk asosiasi penduduk flat, apartemen, sehingga seimbang,” kata Ara dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Sabtu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembentukan asosiasi ini sebagai bagian dari kesinambungan pengawasan.

“Sejauh ini, negara kami tidak pernah membuat Asosiasi Penduduk Apartemen, Asosiasi Flat, dan Rumah Subsidi. Sebagai Pemerintah, menurut saya harus ada pemeriksaan dan keseimbangan penting antara unsur -unsur pengembang dan unsur -unsur masyarakat,” kata Ara.

Kementerian PKP siap menindaklanjuti keluhan publik dalam hal perumahan melalui kanal pengaduan bantuan pendidikan konsumen perumahan terintegrasi dan bantuan untuk perumahan keluhan konsumen (true-PKP).

Baca Juga: Menteri PKP Mengundang Konglomerat Membangun Rumah Untuk Rakyat

Kementerian PKP telah meluncurkan bantuan perumahan pengaduan perumahan dan bantuan ramah dan bantuan ramah untuk keluhan konsumen perumahan (True-PKP).

Keberadaan kanal diharapkan dapat memberikan kemudahan pengaduan penanganan layanan bagi masyarakat di sektor perumahan sambil mendorong pengungkapan informasi dan layanan publik di Kementerian PKP.

Keluhan masalah perumahan, menurut data dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), selalu berada di peringkat tiga besar keluhan publik.

Ada 270 keluhan masalah perumahan selama periode 2024 yang terdiri dari 116 pengaduan, termasuk yang dicatat dalam data BPKN, 61 surat pengaduan masuk ke Direktorat Jenderal Kementerian Perumahan PUPR, 49 pengaduan memasuki data YLKI, 35 pengaduan yang memaksa aplikasi SP4N/Laporan yang dikelola oleh Kementerian Reformasi dan Reformasi.

Sedangkan hingga 2025, Kementerian PKP telah menerima 7 keluhan masalah perumahan yang masih dalam proses tindak lanjut.

True-PKP dibentuk dengan maksud memberikan saluran keluhan konsumen sebagai pusat data keluhan konsumen perumahan serta fasilitas pendidikan dan kepastian hukum bagi konsumen perumahan.

Baca juga: Menteri PKP menargetkan peningkatan 500 Rutilahu di Bandung

Reporter: Aji Cakti
Editor: Jafar M Sidik
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB