Menteri PKP: Bi-rate Down dapat memiliki dampak positif pada sektor perumahan

- Jurnalis

Senin, 26 Mei 2025 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dapat membuat pertumbuhan serta memobilisasi ekonomi nasional

Jakarta (-) -Menteri Area Perumahan dan Penyelesaian (PKP) Maruarar Sirait (ARA) optimis bahwa penurunan suku bunga benchmark atau bi-rate oleh Bank Indonesia (BI) dapat memiliki dampak positif pada sektor perumahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Itu harus memiliki dampak positif,” kata Ara di Jakarta, Senin (5/26).

Baca Juga: Menteri PKP Mendukung CSR Rehabilitasi Bank Pribadi dari Rumah Resmi AD TNI

Penurunan tingkat bunga benchmark adalah pengemudi bagi kementerian PKP untuk terus membuat kebijakan pro-orang.

Ara menghargai penurunan tingkat bunga patokan yang dapat membuat pertumbuhan dan menggerakkan ekonomi nasional.

“Dengan penurunan suku bunga, BI menyadari dengan situasi saat ini. Jadi ini adalah langkah bijak dari BI, “katanya.

Baca Juga: Bank Swasta Nasional Siap Mengatur Pembiayaan Rumah Subsidi

Untuk informasi, Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa keputusan untuk mengurangi tingkat bunga benchmark atau tarif BI adalah 25 basis poin (BPS) menjadi 5,5 persen konsisten dengan upaya untuk mempertahankan inflasi di bawah terkendali dalam target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi pada tahun 2025 dan 2026 yang rendah dan dikendalikan dalam target 2,5 ± 1 persen, upaya untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya, serta membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Anggota DPR Minta Pemerintah Mengklasifikasikan Narasi Program 3 Juta Rumah

Selain bi-rate, Bank Indonesia juga memutuskan untuk mengurangi suku bunga Fasilitas setoran dan suku bunga Fasilitas pinjaman 25 bps masing -masing hingga 4,75 persen dan 6,25 persen.

Di masa depan, Bank Indonesia akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk mempertahankan inflasi dalam target dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamental sambil tetap memeriksa ruang untuk membantu mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan dinamika yang terjadi dalam ekonomi global dan domestik.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial yang akomodatif terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan berbagai strategi untuk meningkatkan pertumbuhan kredit dan mendorong fleksibilitas manajemen likuiditas oleh bank.

Reporter: Aji Cakti
Editor: Ganet Aerospace
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB