Jakarta (-) -Menyning Urusan Sosial (Menteri Sosial) Saifullah Yusuf memberikan arahan kepada 2.264 Asisten Program Harapan Keluarga (PKH) untuk memperkuat peran penting masing-masing sebagai garis depan perubahan sosial dan pengentasan kemiskinan, tidak hanya berbagi bantuan sosial (Bansos).
“Asisten bukan hanya pelaksana teknis. Anda adalah agen perubahan di penjaga depan. Tugas utama pendamping adalah untuk membangkitkan harapan dan mendorong kemandirian keluarga penerima (KPM), tidak hanya untuk mendistribusikan bantuan,” kata Sos Saifullah secara online di Jakarta pada hari Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Sosial juga menekankan bahwa setiap teman harus memiliki target pemberian minimum 10 Keluarga Penerima (KPM) per tahun untuk mengubah paradigma perlindungan sosial menjadi pemberdayaan masyarakat.
“Wisuda berarti bahwa KPM independen, tidak lagi bergantung pada bantuan sosial, dan pergi ke kelas sosial dan ekonomi. Sahabat sejati adalah mereka yang mempersiapkan orang untuk tidak lagi disertai,” katanya.
Dia mengingatkan bahwa bantuan sosial bersifat sementara karena tujuan akhir adalah kemerdekaan.
“Bantuan sosial diberikan maksimal lima tahun untuk KPM aktif, kecuali untuk orang -orang dengan cacat parah dan lansia yang tidak produktif. Kita harus mengarahkan KPM ke program pemberdayaan, seperti pelatihan dan akses ke modal,” katanya.
Baca Juga: Menteri Sosial memberikan target untuk PKH Situbondo Wisuda 10 kpm per tahun
Pada kesempatan ini, ia juga menekankan pentingnya integritas dalam melaksanakan tugas mereka serta menjadi pijakan para sahabat.
Oleh karena itu, Menteri Sosial juga mengingatkan bahwa teman akan menjauh dari praktik manipulasi data dan pungutan ilegal yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Jadilah panutan, karena wajah negara di mata orang miskin salah satunya adalah teman. Jangan terlibat dalam manipulasi data, pemotongan, atau pungutan ilegal,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong seorang teman untuk aktif dalam memperbarui data sosial -ekonomi nasional (DTSEN), sebagai fondasi dari semua kebijakan bantuan sosial, termasuk sekolah rakyat
Menteri Sosial juga menegaskan kembali komitmen partainya terhadap program sekolah rakyat sebagai solusi jangka panjang untuk pengentasan kemiskinan sehingga ia meminta asisten untuk mengawasi program secara keseluruhan.
“Pastikan siswa berasal dari keluarga miskin yang ekstrem. Periksa rumah mereka, cari tahu kondisi keluarga mereka. Bantu memfasilitasi pendaftaran, memantau kelayakan, dan memastikan tidak ada anak miskin yang tersebar dari pendidikan,” katanya.
Dia percaya bahwa sinergi silang -sektoral dalam proses bantuan KPM, termasuk melibatkan pemerintah desa, Puskesmas, sekolah, dan tokoh masyarakat dapat membuat target pemberdayaan dapat dicapai.
Baca Juga: Menteri Sosial Memaksimalkan Asisten PKH di seluruh Banten melakukan tes pemilihan dtsen
Baca Juga: Menteri Sosial Temui PKH Companions, Chase Target Menghapus Kemiskinan Ekstrim
Reporter: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










