Menteri Arifah menghargai kinerja Satuan Tugas TPKS Universitas Hasanuddin

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Menteri Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menghargai gugus tugas untuk pencegahan dan penanganan kekerasan seksual (gugus tugas PPKS) Universitas Hasanuddin, yang dianggap sebagai salah satu gugus tugas terbaik di tingkat nasional.

“Keberadaan dan kinerja Satuan Tugas Hasanuddin University PPKS harus dihargai. Ini adalah bentuk nyata dari komitmen kampus dalam melindungi akademisi dan mendorong budaya anti -kekerasan,” kata Arifah Fauzi dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Selasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Itu dikatakan oleh Arifah Fauzi ketika menyampaikan materi dalam kuliah umum berjudul “Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus” di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Menteri PPPA mendorong semua akademisi, terutama universitas untuk secara aktif membangun kesadaran kolektif dan memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan seksual dengan cara yang terstruktur dan berkelanjutan.

Baca Juga: KPPPA Panggilan Mou Ugm Mengoptimalkan Kampus Melindungi Wanita

Dia menekankan pentingnya peran siswa sebagai pelindung pertama dalam mencegah kekerasan seksual.

Siswa diharapkan untuk secara aktif mencegah tindakan kekerasan, terutama di lingkungan kampus. Tindakan untuk membantu, menemani, dan berani berbicara bentuk penyelamatan nyata bagi para korban.

Dia menyoroti data kekerasan yang menunjukkan kerentanan tinggi perempuan dan anak -anak di berbagai ruang, termasuk di lembaga pendidikan.

Berdasarkan data dari National Women's Life Experience Survey (SPHPN) pada tahun 2024, satu dari empat wanita berusia 15-64 tahun telah mengalami kekerasan fisik dan atau seksual.

Sementara itu, data simfoni PPA mencatat lebih dari 12.000 kasus kekerasan terhadap perempuan pada tahun yang sama.

Baca Juga: Cegah Kekerasan di Kampus, Kemenpppa Koordinasi Kementerian Pendidikan

“Fakta ini menunjukkan bahwa kita masih menghadapi fenomena gunung es dalam menangani kekerasan seksual. Banyak korban masih enggan melaporkan karena stigma, tekanan sosial, dan kurangnya akses ke layanan,” kata Arifah Fauzi.

Reporter: Anita Permata Dewi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB