Mengapa air akuarium berbusa? Inilah penyebab dan cara untuk mengatasinya

- Jurnalis

Kamis, 8 Mei 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Air akuarium berbusa sering menyebabkan kekhawatiran bagi penggemar ikan hias. Fenomena ini sering dianggap sebagai tanda masalah dalam ekosistem akuarium, meskipun pada kenyataannya, ini tidak selalu berbahaya.

Namun, fenomena ini umumnya dapat diatasi dengan pengobatan yang tepat. Berikut adalah beberapa penyebab umum air berbusa dan solusi praktis yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Teten Dorong Umpan Ikan Hias Inovatif untuk Transplikat Pasar Global

Penyebab air akuarium berbusa

1. Sayap atau deterjen yang tersisa

Penggunaan sabun atau deterjen yang tidak sepenuhnya dibilas saat membersihkan akuarium dapat meninggalkan residu kimia. Residu ini akan bercampur dengan air dan menghasilkan busa. Penting untuk selalu membilas peralatan akuarium sampai bersih setelah dibersihkan dengan sabun.

2. Umpan yang tersisa yang tidak dimakan

Pemberian makan berlebihan yang tidak dimakan oleh ikan akan membusuk dan menghasilkan amonia. Amonia ini dapat bereaksi dengan oksigen dan membentuk busa di permukaan air. Untuk itu, pastikan untuk memberikan pakan yang cukup dan segera bersihkan pakan yang tersisa yang tidak dimakan.

3. Aktivitas tanaman akuarium

Tanaman akuarium yang melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen yang dapat membentuk gelembung di permukaan air. Meskipun ini alami, penambahan tanaman yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem akuarium. Sebagai solusi, kurangi jumlah tanaman atau pilih jenis tanaman yang sesuai dengan ukuran akuarium.

4. Sarang busa dari ikan

Beberapa jenis ikan, seperti ikan betta, membuat sarang busa sebagai tempat untuk bertelur. Sarang ini terdiri dari gelembung udara yang diproduksi oleh ikan jantan air liur. Jika Anda melihat sarang busa, ini adalah perilaku alami ikan dan tidak perlu khawatir.

5. Kualitas air yang buruk

Kualitas air yang buruk, seperti tingkat amonia atau nitrat yang tinggi, dapat menyebabkan busa di permukaan air. Untuk mengatasinya, lakukan penggantian air secara teratur dan menggunakan filter yang efektif untuk menjaga kualitas air yang baik.

Baca Juga: 7 Cara Mengambil Ikan Hias di Aquariums sehingga mereka tidak mati dengan cepat

Cara menangani air akuarium berbusa

1. Secara rutin tiriskan air

Lakukan penggantian air biasa, misalnya setiap dua minggu, dengan mengganti sepertiga hingga setengah volume air akuarium. Gunakan air yang telah disimpan selama 24 jam untuk mengurangi kandungan klorin.

2. Menggunakan skimmer

Skimmer adalah alat yang dapat membantu menghilangkan partikel mikro dan limbah organik dari air, sehingga mengurangi pembentukan busa.

3. Tambahkan karbon aktif

Karbon aktif dapat menyerap bahan kimia berbahaya dan membantu menjaga kejernihan air. Pasang karbon aktif pada filter untuk hasil yang optimal.

4. Menggunakan bakteri starter

Bakteri starter membantu memecah amonia dan nitrat dalam air, menjaga keseimbangan biologis akuarium. Tambahkan bakteri starter setelah penggantian air untuk mempercepat proses dekomposisi.

5. Pemberian Pemberian Kontrol

Berikan cukup pakan dan sesuai dengan kebutuhan ikan. Hindari pemberian makan berlebihan yang dapat membusuk dan mencemari air.

Dengan memahami penyebab air berbusa dan langkah -langkah penanganan kanan, Anda akan lebih mudah mengatasi masalah yang muncul. Pengetahuan ini sangat penting untuk mempertahankan kondisi akuarium agar tetap optimal.

Dengan demikian, Anda dapat memastikan akuarium tetap sehat dan nyaman untuk ikan hias favorit Anda, menciptakan lingkungan yang ideal bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: 7 Cara Menghancurkan Air Akuarium Secara Alami dan Mudah

Baca Juga: Skipm: Nilai Ekspor Produk Perikanan Kalimantan Tengah mencapai IDR 2 miliar

Reporter: M. Hilal Eka Saputra Harakap
Editor: Suryanto
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB