DUMAI, Riau, (-) – Pangkalan Angkatan Laut Dumai, Riau, menggagalkan pengiriman 19 pekerja migran migran Indonesia ilegal (PMI) calon pekerja migran ilegal ke Malaysia melalui perairan Strait Rupat Morong, Kabupatensi Bengkalis.
Komandan Lanal Dumai Kolonel Sea Abdul Haris di Dumai pada hari Kamis mengatakan bahwa partainya menangkap dua orang Tekong yang diduga sebagai pelaku pelanggaran pidana perdagangan manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lusinan penduduk dari Sumatra dan Java diamankan oleh tim gabungan F1QR Lanal Dumai dan Denintel Koarmada I Gugus Tugas pada Kamis pagi (8/5).
“Kronologi, awalnya menerima informasi ada rencana untuk kepergian kandidat PMI non -prosedural melalui jalur ilegal ke Malaysia di pantai Bay of Morong Rupat Bengkalis Regency pada hari Rabu (7/5),” katanya.
Kemudian, tim gabungan yang dipimpin oleh Danunit Intel Lanal Dumai pindah melalui laut ke Posmat Babin Potmar MORONG RUPAT BENGKALIS REGENCY.
Selanjutnya, pada 23.20 dengan tim menggunakan pengendara laut 150 dilakukan dengan menyapu mulai dari perairan Selat MORONG hingga perairan Teluk Lecah.
Tim mendeteksi unit kapal cepat untuk pergi ke Malaysia. Selama penangkapan, ada pengejaran karena kapal speed melaju dan para petugas lepas landas dua kali untuk menghentikan kapal yang dikendarai oleh pelaku.
“Kami dapat menangkap mereka di 00.22 WIB dan ditemukan membawa penumpang 17 pria dan dua wanita. Kami juga mengamankan dua kru kapal yang diduga para pelaku dan kemudian sepenuhnya dibawa ke Mako Lanal Dumai untuk pengumpulan data, memeriksa bagasi, kesehatan dan proses lebih lanjut,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal yang diketahui sebelum meninggalkan mereka ditempatkan di tempat penampungan yang dimiliki oleh “J” awal di desa Teluk Lecah Rupat, Kabupaten Bengkalis. Calon PMI diminta uang antara RP. 4,5 juta hingga RP. 7 juta per orang.
Sementara itu, dua pelaku dengan K (29) Alias Jay awal, seorang penduduk Teluk Lecah Rupat dan J (36), alias Ram, penduduk Batu Panjang Bengkalis mengklaim mendapatkan biaya Rp3,5 juta per orang untuk membawa kandidat PMI ke Malaysia.
Dia juga dinyatakan positif menggunakan obat setelah diuji urin.
Pewarta: Biatu Agustari Adha/Abdul Razak
Editor: Hisar Sitanggang
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










