Jakarta (-) – Kualitas udara di DKI Jakarta, berdasarkan data di situs pemantauan kualitas udara IQAIR adalah yang terburuk di dunia di dunia pada Sabtu pagi.
Berdasarkan pemantauan di 05.45 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di 114 atau termasuk dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif dengan partikulat halus (PM) 2.5.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kota -kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Lahore, Pakistan dengan Indeks Kualitas Udara di 171. Kemudian di tempat kedua diikuti oleh kota Kuwait, Kuwait di 160.
Kemudian di tempat ketiga diikuti oleh Chengdu, Cina pada 158, kemudian di tempat keempat ada Dubai, Uni Emirat Arab di 153.
Diketahui, Badan Lingkungan DKI Jakarta (DLH) akan meniru kota -kota besar dunia seperti Paris dan Bangkok dalam menangani polusi udara.
“Belajar dari kota -kota lain, Bangkok memiliki 1.000 Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), Paris memiliki 400 SPKU. Jakarta saat ini memiliki 111 SPKU dari sebelumnya hanya 5 unit. Di masa depan kita akan meningkatkan jumlah untuk dapat melakukan intervensi yang lebih cepat dan lebih akurat, Jakarta, Jakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Intervensi Selasa, Jakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta, Nakarta.
Dia menambahkan pengungkapan data menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas udara secara sistematis.
ASEP mengatakan pengiriman data polusi udara harus lebih terbuka sehingga intervensi bisa lebih efektif. Dia mempertimbangkan apa yang dibutuhkan bukan hanya intervensi sesaat, tetapi langkah -langkahnya sedang berlangsung dan luar biasa dalam menangani polusi udara.
DKI Jakarta DLH menargetkan penambahan 1.000 sensor kualitas udara berbiaya rendah lebih luas dan lebih akurat.
Reporter: Redemplus elyonai berisiko syukur
Editor: Triono Subagyo
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










