Saya ingin menunjukkan bahwa walikota kota di apeksi tidak akan berhenti untuk berinovasi
SURABAYA (-) – Anggota All Indonesia City Government Association (APEKSI) menanam 98 pohon di Surabaya Park dalam serangkaian kegiatan Konferensi Nasional Apeksi VII di Surabaya, Jumat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Walikota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya pada hari Kamis mengatakan salah satu karakteristik Konferensi Nasional Apeksi VII adalah menanam pohon untuk menunjukkan bahwa semua walikota di Indonesia sangat prihatin dengan lingkungan sekitarnya.
“Karakteristik dari apeksi adalah bahwa harus ada penanaman pohon, lingkungan yang kita coba,” katanya.
Dia menyatakan bahwa aktivitas menanam pohon di Suroboyo Park dan malam keakraban yang diadakan di Taman Pantai Kenjeran (THP) memberikan gambaran tentang cara mengatur area kota.
Menurutnya, wilayah Kenjeran dapat berubah seperti sekarang ini karena penjaga kota mendapat dukungan penuh dari kepala kantor, kepala bagian, kepala distrik, kepala desa, dan lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Walikota Denpasar-Bali Menekankan Pentingnya Sinergi Apeksi
Eri Cahyadi mengatakan wilayah Kenjeran memiliki kisah sejarah yang panjang. Ada beberapa orang yang tidak mengharapkan jika tempat ini dapat berubah seperti sekarang.
“Jika kita melihat sejarah tempat ini sangat panjang, orang tidak akan berharap bahwa tempat ini dapat berubah, termasuk perubahan perilaku, perubahan sikap, tidak dapat dilakukan segera,” katanya.
Dia mengatakan pengembangan wilayah kota tidak dapat dipisahkan dari peran semua pihak. Tetapi ini dapat digunakan sebagai ilustrasi bahwa walikota yang merupakan anggota Apekssi tidak akan pernah berhenti untuk membuat inovasi untuk kemajuan negara ini.
“Kekuatan kami adalah kekuatan yang saling melengkapi. Saya ingin menunjukkan bahwa walikota kota di Apekssi tidak akan berhenti berinovasi,” katanya.
Baca Juga: Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Limbah Pemerintah Kota Surabaya
Dia menjelaskan tentang menu makanan yang disajikan di makan bersama dan acara sebelumnya. Menurutnya, menu ini adalah makanan khas Jawa Timur dan Surabaya.
“Ini (makanan) yang kita miliki, sehingga ketika kita mencintai wilayah kita, apa yang ditunjukkan oleh makanan khusus di setiap wilayah,” katanya.
Kepala Badan Lingkungan Kota Surabaya (DLH) Dedik Irianto mengatakan pohon -pohon yang ditanam dalam acara ini adalah pohon -pohon yang cukup kuat. Misalnya, pohon pinus udang telah ditanam secara luas di wilayah pantai Kenjeran dan dapat berkembang.
“Pohon Ketapang Kencana juga merupakan salah satu tanaman di pantai, tetapi ini adalah daun kecil. Jika pucuk merah juga ditanam secara luas di taman di Surabaya dan juga dapat berkembang,” katanya.
Baca Juga: 24 Walikota Penanaman Pohon Bersama Seri Raker Tutup Apeksi
Reporter: Indra Setiawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










