Konferensi Nasional Apeksi, menanam 98 pohon sambil terus berinovasi perencanaan kota

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 13:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saya ingin menunjukkan bahwa walikota kota di apeksi tidak akan berhenti untuk berinovasi

SURABAYA (-) – Anggota All Indonesia City Government Association (APEKSI) menanam 98 pohon di Surabaya Park dalam serangkaian kegiatan Konferensi Nasional Apeksi VII di Surabaya, Jumat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walikota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya pada hari Kamis mengatakan salah satu karakteristik Konferensi Nasional Apeksi VII adalah menanam pohon untuk menunjukkan bahwa semua walikota di Indonesia sangat prihatin dengan lingkungan sekitarnya.

“Karakteristik dari apeksi adalah bahwa harus ada penanaman pohon, lingkungan yang kita coba,” katanya.

Dia menyatakan bahwa aktivitas menanam pohon di Suroboyo Park dan malam keakraban yang diadakan di Taman Pantai Kenjeran (THP) memberikan gambaran tentang cara mengatur area kota.

Menurutnya, wilayah Kenjeran dapat berubah seperti sekarang ini karena penjaga kota mendapat dukungan penuh dari kepala kantor, kepala bagian, kepala distrik, kepala desa, dan lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Walikota Denpasar-Bali Menekankan Pentingnya Sinergi Apeksi

Eri Cahyadi mengatakan wilayah Kenjeran memiliki kisah sejarah yang panjang. Ada beberapa orang yang tidak mengharapkan jika tempat ini dapat berubah seperti sekarang.

“Jika kita melihat sejarah tempat ini sangat panjang, orang tidak akan berharap bahwa tempat ini dapat berubah, termasuk perubahan perilaku, perubahan sikap, tidak dapat dilakukan segera,” katanya.

Dia mengatakan pengembangan wilayah kota tidak dapat dipisahkan dari peran semua pihak. Tetapi ini dapat digunakan sebagai ilustrasi bahwa walikota yang merupakan anggota Apekssi tidak akan pernah berhenti untuk membuat inovasi untuk kemajuan negara ini.

“Kekuatan kami adalah kekuatan yang saling melengkapi. Saya ingin menunjukkan bahwa walikota kota di Apekssi tidak akan berhenti berinovasi,” katanya.

Baca Juga: Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Limbah Pemerintah Kota Surabaya

Dia menjelaskan tentang menu makanan yang disajikan di makan bersama dan acara sebelumnya. Menurutnya, menu ini adalah makanan khas Jawa Timur dan Surabaya.

“Ini (makanan) yang kita miliki, sehingga ketika kita mencintai wilayah kita, apa yang ditunjukkan oleh makanan khusus di setiap wilayah,” katanya.

Kepala Badan Lingkungan Kota Surabaya (DLH) Dedik Irianto mengatakan pohon -pohon yang ditanam dalam acara ini adalah pohon -pohon yang cukup kuat. Misalnya, pohon pinus udang telah ditanam secara luas di wilayah pantai Kenjeran dan dapat berkembang.

“Pohon Ketapang Kencana juga merupakan salah satu tanaman di pantai, tetapi ini adalah daun kecil. Jika pucuk merah juga ditanam secara luas di taman di Surabaya dan juga dapat berkembang,” katanya.

Baca Juga: 24 Walikota Penanaman Pohon Bersama Seri Raker Tutup Apeksi

Reporter: Indra Setiawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB