Komisi Rumah IV Bentuk pengawasan distribusi pupuk bersubsidi

- Jurnalis

Kamis, 1 Mei 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Komisi IV Parlemen Indonesia membentuk komite kerja (PANJA) tentang distribusi distribusi pupuk bersubsidi sebagai bentuk keseriusan dalam mengawasi kebijakan terkait dengan peningkatan tata kelola pupuk bersubsidi.

“Ini dalam upaya untuk memperkuat pengawasan distribusi pupuk yang telah menjadi salah satu masalah utama di sektor pertanian,” wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat IV dan ketua Panja, Panggah Susanto dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Kamis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di menyatakan bahwa pemerintah telah menunjukkan keseriusannya dalam memperbaiki masalah distribusi pupuk, dengan menyederhanakan keterlibatan pihak terkait.

Sekarang, tanggung jawab distribusi hanya diberikan kepada Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia.

“Di masa lalu, ada banyak partai yang berpartisipasi dalam distribusi dan perencanaan pengadaan pupuk bersubsidi, sekarang hanya memberikan tanggung jawab kepada Kementerian Pertanian dan Pupuk Indonesia,” katanya.

Panggah menjelaskan bahwa Panja akan fokus pada menonton rantai distribusi pupuk bersubsidi dari hulu ke petani. Ini termasuk pemeriksaan langsung kepada produsen, distributor, pengecer, ke tangan petani, untuk memastikan ketepatan waktu, jumlah, dan harga.

“Inti dari pengawasan kami adalah bahwa tentu saja kami meninjau beberapa pabrik mengenai kesiapan produksi dan masalah di lini pabrik. Berikutnya juga merupakan kunjungan ke distributor dan pengecer, dan tentu saja kami akan memantau implementasi di tingkat pertanian,” katanya.

Untuk alasan ini, Komisi IV juga menyusun jadwal kegiatan pengawasan selama periode persidangan ketiga, sehingga dapat disinergikan dengan Panja-Panja lainnya seperti gandum panja dan jagung, tagihan kehutanan Panja, dan tagihan makanan Panja.

Dia juga menekankan bahwa Komisi IV akan mengundang berbagai lembaga terkait untuk membahas temuan di lapangan dan menyelaraskan langkah-langkah antar-institusi.

“Kami berharap bahwa tidak akan ada lagi masalah seperti pupuk langka, pupuk yang hilang, atau prosedur yang menyulitkan petani seperti kartu petani. Sekarang sudah cukup dengan KTP. Kami ingin subsidi ini benar -benar menjangkau petani tepat waktu, persis jumlah yang tepat, dan harga yang tepat,” kata Panggah.

Diketahui, Komisi Dewan Perwakilan Rakyat IV adalah salah satu dari 13 komisi DPR RI dengan ruang lingkup tugas pertanian, kehutanan dan laut.

Baca Juga: IPB meminta pemerintah untuk mengoptimalkan peran kios pupuk bersubsidi

Baca Juga: Pupuk Indonesia Mempersiapkan Peningkatan Manajemen Distribusi Pupuk Subsidi

Baca Juga: Wamentan Mengundang Petani Pemuda Selamat Datang di Distribusi Pupuk Subsidi

Pewarta: Muhammad Halanianto
Editor: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB