JAKARTA (-) – Wakil Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat I Dave Laksono mengingatkan pemerintah untuk memprioritaskan dialog dan diplomasi sebagai solusi utama untuk resolusi Sengketa Laut Cina Selatan (LCS).
“Kita harus terus memprioritaskan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik di Laut Cina Selatan,” kata Dave dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Minggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dave mengatakan bahwa konferensi tingkat tinggi ASEAN pada tahun 2025 bisa menjadi momentum penting untuk dialog dan diplomasi dalam upaya untuk menyelesaikan perselisihan di LCS.
“Kita tidak boleh terlalu bergantung pada kekuatan eksternal. Asean harus tetap solid dan bersatu dalam menghadapi tantangan ini,” katanya.
Baca juga: Prabowo mengungkapkan strateginya untuk mengelola ketegangan di Laut Cina Selatan
Dave juga mengingatkan bahwa meskipun Asean dan China telah menyetujui percepatan kode etik atau Kode Etik yang bertujuan untuk menjaga stabilitas regional dan mengurangi ketegangan, pemerintah masih perlu memainkan peran aktif dalam proses diplomasi.
“Indonesia harus memastikan bahwa setiap perjanjian mencerminkan kepentingan nasional dan regional. Kita tidak boleh ceroboh dalam menghadapi pengembangan dinamika geopolitik,” katanya.
Pada kesempatan yang berbeda, Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah berangkat dari pangkalan udara Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu sore, ke Malaysia, untuk menghadiri Konferensi Tinggi Tinggi ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur pada 26-27 Mei 2025.
Baca Juga: China Memperhatikan Penyelesaian LCS dan Perjudian Online di ASEAN
Baca Juga: Diplomasi dan Kedaulatan di Laut Cina Selatan
Reporter: Rio Feisal
Editor: Didik Kusbiantoro
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










