Komisi Rumah I: Dialog adalah solusi utama untuk menyelesaikan sengketa LCS

- Jurnalis

Minggu, 25 Mei 2025 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Wakil Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat I Dave Laksono mengingatkan pemerintah untuk memprioritaskan dialog dan diplomasi sebagai solusi utama untuk resolusi Sengketa Laut Cina Selatan (LCS).

“Kita harus terus memprioritaskan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik di Laut Cina Selatan,” kata Dave dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Minggu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dave mengatakan bahwa konferensi tingkat tinggi ASEAN pada tahun 2025 bisa menjadi momentum penting untuk dialog dan diplomasi dalam upaya untuk menyelesaikan perselisihan di LCS.

“Kita tidak boleh terlalu bergantung pada kekuatan eksternal. Asean harus tetap solid dan bersatu dalam menghadapi tantangan ini,” katanya.

Baca juga: Prabowo mengungkapkan strateginya untuk mengelola ketegangan di Laut Cina Selatan

Dave juga mengingatkan bahwa meskipun Asean dan China telah menyetujui percepatan kode etik atau Kode Etik yang bertujuan untuk menjaga stabilitas regional dan mengurangi ketegangan, pemerintah masih perlu memainkan peran aktif dalam proses diplomasi.

“Indonesia harus memastikan bahwa setiap perjanjian mencerminkan kepentingan nasional dan regional. Kita tidak boleh ceroboh dalam menghadapi pengembangan dinamika geopolitik,” katanya.

Pada kesempatan yang berbeda, Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah berangkat dari pangkalan udara Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu sore, ke Malaysia, untuk menghadiri Konferensi Tinggi Tinggi ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur pada 26-27 Mei 2025.

Baca Juga: China Memperhatikan Penyelesaian LCS dan Perjudian Online di ASEAN

Baca Juga: Diplomasi dan Kedaulatan di Laut Cina Selatan

Reporter: Rio Feisal
Editor: Didik Kusbiantoro
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB