“Cyberbullying (pelecehan cyber) dan konten negatif memiliki potensi untuk merusak karakter anak -anak bangsa. Perlindungan digital adalah tanggung jawab bersama kami,”
Jakarta (-) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyoroti manfaat peraturan pemerintah tentang tata kelola implementasi sistem elektronik dalam perlindungan anak (pp tuna) dan program makan nutrisi gratis (MBG) untuk kesehatan anak -anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika doa bersama di kompleks sekolah asrama Islamik Al Baghdadi, Rengasdengklok, Karawang, Jawa Barat, yang merupakan kegiatan kolaborasi dari Kementerian Komunikasi dan Keamanan dengan Ponpes, Direktur Direktorat Komunikasi Publik Public Tuning Public dan Kempering Tuning Tune Kompronis Bambang Dwi PPP No. ditekankan untuk perlindungan anak -anak di ruang digital, dalam pernyataan resmi Jakarta
Kemajuan teknologi harus diseimbangkan dengan melek huruf dan perlindungan yang kuat terhadap generasi muda. Bambang juga mengingatkan bahwa orang tua dan masyarakat memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan digital yang aman.
“Cyberbullying (pelecehan cyber) dan konten negatif memiliki potensi untuk merusak karakter anak -anak bangsa. Perlindungan digital adalah tanggung jawab bersama kami,” kata Bambang.
Mengenai program MBG, ia menganggap program tersebut merupakan bentuk kepedulian negara terhadap kesehatan anak -anak.
“Ini adalah manifestasi nyata dari kepedulian negara terhadap kesehatan anak -anak Indonesia, baik secara fisik maupun mental,” kata Bambang.
Program MBG hingga Mei mencapai 3,4 juta penerima di 1.200 lokasi. Pemerintah menargetkan program untuk mencapai 82,9 juta penerima hingga akhir tahun ini.
Kepala Badan Nutrisi Nasional Dadan Hindayana, yang juga hadir di acara tersebut, mengatakan bahwa program MBG, yang menargetkan PAUD bagi siswa sekolah menengah termasuk siswa, adalah upaya konkret pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan tangguh.
Menurut Dadan, ada 5 juta siswa dalam 30.000 pesantren telah dicatat sebagai penerima manfaat MBG.
“Kami akan membangun infrastruktur layanan nutrisi di sekolah asrama besar dan merancang sistem adaptif untuk pesantren kecil sehingga mereka juga dapat melayani sekolah di sekitarnya,” kata Dadan.
Selain kesehatan, MBG adalah program yang juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.
Pemerintah melibatkan masyarakat sebagai penyedia tenaga kerja dan makanan sehingga program ini juga berdampak pada kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Reporter: Natisha andningtyas
Editor: Agus Setiawan
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










