Kementerian Pertanian adalah Duta Besar Petani Muda 2025 Bidik Food Sovereignty

- Jurnalis

Jumat, 2 Mei 2025 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Optimisme kenaikan pertanian Indonesia harus dipertahankan, terutama oleh generasi muda. Jika semua anak muda bergerak, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia dapat menjadi negara negara adidaya di sektor makanan

Jakarta (-) – Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) mengkonfirmasi 26 petani muda (Duta Besar Duta Besar Muda/YaA) 2025 sebagai salah satu langkah untuk menarik lebih banyak orang muda untuk terlibat dalam ekosistem pertanian untuk mencapai keulangan pangan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai bahwa peran pemuda sangat penting dalam mewujudkan cibiran diri makanan nasional.

“Optimisme kenaikan pertanian Indonesia harus dipertahankan, terutama oleh generasi muda. Jika semua anak muda bergerak, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia dapat menjadi negara negara adidaya di sektor makanan,” kata Amran dalam pernyataannya pada hari Jumat.

Duta Besar Petani Muda adalah bagian dari Program Layanan Kewirausahaan dan Dukungan Ketenagakerjaan Kementerian Pemuda. Tidak hanya mengkonfirmasi Duta Besar Petani Muda, Kementerian Pertanian melalui Badan Konseling Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) juga memberikan penghargaan kepada Duta Besar Brigade Makanan Inspirasional dari 12 provinsi.

Food Brigade adalah salah satu program Kementerian Pertanian untuk mewujudkan swadaya makanan melalui penerapan teknologi modern dengan mengundang masyarakat, terutama generasi muda yang terlibat dalam sektor pertanian.

Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan duta besar muda harus menjadi agen perubahan di sektor pertanian, terutama dalam menginspirasi ribuan orang muda untuk masuk sebagai petani muda. Dia mengatakan bahwa langkah itu perlu dilakukan secara besar -besaran karena menurut data dari Central Statistics Agency (BPS), saat ini ada 52 persen atau sekitar 140 juta orang Indonesia pada usia yang produktif. Namun, hanya 6 juta dari mereka adalah petani muda.

Dia meminta YAA dari generasi pertama hingga 2025 untuk bekerja sama untuk menarik generasi muda sekitar 134 juta orang untuk menjadi bagian dari ekosistem pertanian.

Pertanian Duta Besar Duta Besar, katanya, seharusnya tidak hanya menjadi label, tetapi harus memiliki peran nyata untuk mewujudkan Indonesia sebagai gudang makanan dunia.

“Yah, tentu saja ini merupakan tantangan bagi kita semua, terutama bagi Duta Besar Muda, untuk kemudian dapat mengundang jutaan petani milenium lainnya,” kata Idha.

Dia juga menantang setiap YAA untuk dapat mengundang 1.000 hingga 10.000 anak muda lainnya.

Idha menjelaskan bahwa untuk menarik ribuan hingga jutaan petani muda, YAA harus mengambil langkah konkret sehingga bisnis mereka berkembang dan berdampak pada lingkungan sekitarnya.

“Karena salah satu program pertanian yang diciptakan oleh para pemimpin kita adalah 'ekspor ke mana saja, ekspor apa pun'. Jadi tentu saja rekan -rekan duta besar muda, tidak hanya baru, tetapi juga kelas 2022, 2023, dan 2024, harus terus didorong untuk membuat anggota dan menanggapi ekspor ke mana -mana, diekspor,” dia dieksekasikan.

Langkah lain yang dapat diambil adalah bergabung dalam brigade makanan atau bisnis pertanian yang terkait dengan beras. Dengan bergabung dengan Brigade Makanan, YAA harus dapat mengatur petani untuk menanam di tanah yang luas dengan peralatan pertanian modern dan akses modal.

IDHA menilai bahwa YaA dapat mengambil peluang bisnis lain di bidang pertanian beras, di samping bisnis tempat mereka berada saat ini. Langkah ketiga adalah bergabung dengan koperasi Desa Merah dan Putih yang akan ditetapkan sebanyak 80 ribu unit di seluruh Indonesia.

“Jadi targetnya ada beberapa opsi. Silakan pilih: satu, ekspor; dua, brigade makanan yang terkait dengan beras; atau yang ketiga, bergabung dengan koperasi Desa Merah dan Putih,” jelasnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian serta Direktur Program Yess Muhammad Amin dalam laporannya mengatakan bahwa sejak pendaftaran dibuka pada awal Maret, antusiasme pendaftar mencapai 615 orang. Sampai akhirnya 26 pertanian Duta Besar Duta Besar dipilih pada tahun 2025.

Pada kesempatan yang sama, manajer proyek Yess Miko Harjanti mengatakan pemilihan pertanian Duta Besar Muda adalah salah satu upaya Yess untuk menarik orang -orang muda dengan mengemukakan kisah -kisah petani muda yang sukses dan menguntungkan.

“Kami berharap mereka dapat membentuk narasi bahwa petani muda calon dan menguntungkan, melalui kegiatan di media sosial dan kegiatan sosial mereka dalam merekrut orang -orang muda di sekitar mereka untuk mengolah beras, hortikultura, ternak, atau sektor agribisnis lain yang terbukti menguntungkan bagi mereka,” jelasnya.

Baca Juga: Kementerian Pertanian Mempersiapkan Duta Besar untuk Petani Muda Mempercepat Regenerasi Perani

Baca Juga: Tingkatkan Minat Generasi Muda Melalui Modernisasi Pertanian

Baca Juga: Kementerian Catatan Petani Muda Hanya 8 persen atau 2,7 juta orang

Reporter: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB