JAKARTA (-) – Direktorat Jenderal Keuangan Balance (DJPK) dari Kementerian Keuangan meluncurkan program sinergi sebagai inisiatif kolaboratif untuk mempercepat penyediaan infrastruktur di wilayah tersebut melalui penggunaan skema pembiayaan kreatif, baik melalui pinjaman regional dan kerja sama pemerintah dan bisnis (PPP).
Program ini berkolaborasi dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Indonesia Infrastructure (PII) yang bertujuan membantu pemerintah daerah mengatasi kesenjangan fiskal dalam pengembangan infrastruktur publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip dari pernyataan resmi Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat, program Synergy dimulai pada hari Rabu (4/30/2025) dengan implementasi 1 fase pertama yang diadakan dengan cara hibrida.
Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 2.600 peserta dari 433 pemerintah daerah melalui online dan dihadiri secara langsung oleh sejumlah lembaga pusat, termasuk SMI, PII, serta perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, dan pelayanan teknis lainnya.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Siap Membantu Jakarta Merancang Pembiayaan Alternatif
Sebanyak 350 pertanyaan dari peserta akan diringkas dalam buku pembiayaan kreatif.
Program Synergy bertujuan untuk membangun pemahaman komprehensif tentang pembiayaan kreatif di antara pemerintah daerah.
Program ini dilakukan secara terstruktur dan bertahap sepanjang tahun 2025.
Program ini dimulai dengan memastikan pemerintah daerah memiliki pemahaman yang komprehensif terkait dengan skema pembiayaan kreatif dan instrumennya, mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur di wilayah tersebut, inventaris instrumen pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan, untuk membimbing sehingga wilayah tersebut dapat menggunakan instrumen ini secara optimal.
Di masa depan, program ini akan berlanjut dengan pendalaman instrumen pembiayaan seperti pinjaman regional dan PPP.
DJPK juga akan menganalisis kebutuhan infrastruktur berdasarkan data APBD, pencapaian pengembangan, RPJMD, dan RKPD dari masing -masing wilayah.
Program sinergi diharapkan menjadi katalis pembangunan infrastruktur regional yang inklusif yang mendukung realisasi Visi Emas Indonesia 2045.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Rilis 3 Inisiatif Memperkuat Pembiayaan Infrastruktur
Baca Juga: PT SMI Funning 94 Proyek terkait iklim dengan komitmen IDR 33 triliun
Reporter: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










