Kementerian Industri Pusat Limbah Daun Nanas adalah bahan baku industri

- Jurnalis

Minggu, 25 Mei 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Pusat Standardisasi dan Layanan Industri (BBSPJI) Kementerian Tekstil Industri (Kemenperin) memproses limbah daun nanas menjadi serat daun atau Serat daun yang dapat digunakan sebagai bahan baku di industri mode dan nonontextile.

Serat daun Ini adalah serat yang diambil dari daun tanaman dan memiliki berbagai karakteristik keunggulan. Serat daun ini semakin diminati, baik untuk memenuhi kebutuhan sektor industri mode dan non-tekstil, “kata kepala standardisasi dan kebijakan layanan industri (BSKJI) Andi Rizaldi di Jakarta pada hari Minggu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut kepala BSKJI, pertumbuhan pasar dalam serat daun didorong oleh peningkatan preferensi konsumen untuk produk yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Kemenperin memberikan kerajinan IKM dan bantuan mode untuk memperluas skala bisnis

Mengacu pada laporan Dataintelo, pasar global kain serat daun untuk pakaian senilai sekitar 1,2 miliar dolar AS pada tahun 2023, dan diproyeksikan naik hingga 2,8 miliar dolar AS pada tahun 2032.

Dengan peningkatan kesadaran tentang masalah industri berkelanjutan, Lanjutan Andi, serat daun ini menawarkan solusi yang menjanjikan baik dalam hal bahan baku yang mudah terurai dan pemanfaatan limbah berlimpah dari kegiatan industri perkebunan.

“Solusinya menyentuh beberapa aspek. Pertama, itu menjadi komoditas serat alami alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan baku yang ramah lingkungan dan mudah terurai. Kedua, mengurangi polusi udara,” katanya.

Baca Juga: Pemerintah Menambahkan Tiga Subsektor Ekonomi Kreatif Baru

Alih -alih membakar daun yang tersisa setelah memanen nanas, petani sekarang dapat memprosesnya menjadi produk turunan dengan nilai penjualan dengan harga tinggi.

“Ini akan menjadi aspek ketiga, yaitu penciptaan Pekerjaan hijau Di daerah lumbung serat Indonesia, “katanya lagi.

Reporter: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB