Kementerian Dalam Negeri sudah siap

- Jurnalis

Kamis, 29 Mei 2025 - 00:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) siap memberikan panduan teknis (Bimtek) untuk kepala desa dan pengelolaan desa merah dan putih/kooperatif Kelurahan (Kopdeskel) di Lampung.

Dia dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Kamis, menilai Bimtek akan membantu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam menjalankan fungsi Kopdeskel merah dan putih di daerah masing -masing.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Dalam Negeri memiliki aula pemerintah desa di Lampung, di sana kita dapat mengadakan Bimtek, pelatihan, bimbingan untuk kepala desa dan juga untuk pengelolaan Kopdeskel, InsyaAllah, “kata Bima (Musdesus) provinoge, pembahas lampik, redus, rednel, dan dialog dengan perengkaran Khusus Kabus/Kelurahan (Musdesus) Red dari Red desa Red (Musdesus) (5/28).

Bima menambahkan bahwa melalui Bimtek, manajemen Kopdeskel merah dan putih diharapkan lebih dapat dipercaya dan memiliki ide -ide kreatif dan inovatif.

Dengan demikian, Kopdeskel merah dan putih dapat meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat setempat. Ini juga sejalan dengan semangat Astacita yang digemakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, menteri koordinasi (Menko) untuk ladang pangan Zulkifli Hasan yang memimpin dialog memberi penghargaan kepada provinsi Lampung yang telah menyelesaikan Musdesus hingga 100 persen. Faktanya, Lampung adalah satu -satunya provinsi di Indonesia yang berhasil menyelesaikan agenda besar.

“Terima kasih Ny. Wakil Gubernur, terutama tentu saja gubernur, saya pikir di seluruh Indonesia, Musdes, Musdes -nya, adalah seratus persen, hanya provinsi Lampung,” tambah Zulkifli.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan Kopdeskel merah dan putih, manajemen pertama kali menyusun unit bisnis yang akan dilakukan. Setelah unit bisnis diatur, maka manajemen dapat mengirimkan modal bisnis.

Dia menegaskan Kopdeskel adalah bisnis untuk mengembangkan ekonomi desa. Karena itu, ia meminta kepala desa dan manajemen untuk memikirkan jenis bisnis yang menguntungkan dan tidak sulit untuk dijalankan.

“Bagaimana dengan (bisnis) dari koperasi adalah untuk hidup dan menguntungkan yang tidak begitu sulit, karena koperasi yang baru mapan ini seperti bayi harus diberi makanan, diperlakukan sampai ia kuat,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, hadir dalam dialog Kepala Badan Makanan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, Wakil Menteri Urusan Maritim dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf, Direktur Jenderal (Dirjen) dari Pembangunan Pemerintah Desa, Forum Lampu Lembaga, REGION Urusan Dalam Forum Koordinasi Kepemimpinan Regional (Forkopimda) Lampung, dan pejabat terkait lainnya.

Sebelumnya, Zulkifli Hasan dan Bima Arya juga secara singkat meninjau lokasi koperasi Desa Merah dan Putih di Desa Bumisari, Distrik NATAR, Kabupaten Lampung Selatan. Di tempat itu, keduanya melakukan dialog dengan komunitas dan melihat bisnis dijalankan, seperti 3 -kilogram LPG Gas Base dan Subsidized Pupuk Penjualan.

Mereka juga menyaksikan penandatanganan secara simultan dari dokumen perjanjian kerja sama antara perusahaan yang dimiliki negara (BUMM) dan koperasi desa merah dan putih di desa Bumisari.

Baca Juga: Menteri Dalam Negeri Dukungan Kai sebagai mitra strategis Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah

Baca Juga: Wamendagri: Kopdeskel Merah Putih Bentuk keadilan Pembangunan Desa

Reporter: Narda Margaretha Sinambela
Editor: Tasrief Tarmizi
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB