JAKARTA (-) – Sejumlah peristiwa kriminal menghiasi berita di Jakarta pada hari Rabu (30/4), mulai dari presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) melaporkan tentang tuduhan diploma palsu pada kerusuhan dua kelompok yang diduga karena tanah perselisihan di daerah Kemang Raya.
Berikut ini adalah berita yang lebih menarik yang masih menarik untuk dibaca lagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Jokowi melaporkan tuduhan diploma palsu kepada polisi metropolitan Jakarta
Presiden ketujuh dari Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan kehadirannya di polisi metropolitan Jakarta untuk melaporkan tentang tuduhan diploma palsu yang dituduhkan kepadanya.
“Ya, ini sebenarnya masalah ringan. Urusan tuduhan diploma palsu. Tapi itu perlu dibawa ke ranah hukum, sehingga semuanya jelas dan jelas,” kata Jokowi ketika bertemu di Direktorat Polisi Metro Jaya Polisi Investigation Building pada hari Rabu.
Lebih banyak di sini
2. Komisi RDP III dari Dewan Perwakilan Rakyat, Polisi menekankan bahwa tidak ada pemukulan
Komisaris Kepala Polisi Metro Jakarta Timur Pol Nicolas Ary Lilipaly menegaskan, tidak ada pemukulan dalam kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Kenzha Erza Walewangko (22) di daerah kampus pada hari Selasa (4/3).
“Tidak terlihat bahwa ada pemukulan, jika keributan itu ya. Ada keributan, tetapi tidak ada pemukulan seperti yang dinyatakan,” kata Nicolas dalam pertemuan sidang (RDP) dengan Komisi Dewan Perwakilan Rakyat III di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Lebih banyak di sini
3. Ricuh di Kemang diduga karena perselisihan tanah, polisi menyelidiki
Polisi menyelidiki kasus kerusuhan dua kelompok yang diduga karena perselisihan tanah di daerah Kemang Raya, Jakarta Selatan, Rabu pagi.
“Peristiwa pagi ini sedang diselidiki dan beberapa pihak ditanyai,” kata Kepala Polisi Mampang Prapatan Kompol Wahid Key ketika dihubungi di Jakarta pada hari Rabu.
Lebih banyak di sini
4. Hubungan tidak diberkati adalah alasan tersangka untuk membakar anak di tangerang
Direktorat Investigasi Kriminal Umum Polisi Metropolitan Jakarta menyebutkan motif untuk kasus pembakaran anak -anak oleh tersangka dengan inisial HB (38) kepada korban, MA (3, 5) di Tangerang karena para pelaku kesal dengan hubungan mereka dengan ibu korban tidak disetujui.
“Tersangka balas dendam terhadap saudara perempuan dari ibu korban karena tidak memberkati hubungan mereka sehingga melampiaskan dendam mereka kepada para korban anak atau Mahkamah Agung,” kata Dirreskrimum Metro Jaya Regional Police, Kombes Pol. Wira Satya Triputra selama konferensi pers di Jakarta pada hari Rabu.
Lebih banyak di sini
5. Pengumpul utang Rp6.2 miliar adalah korban penganiayaan di Jakarta Selatan
Dua penagih utang senilai RP6,2 miliar dengan inisial A dan F menjadi korban penganiayaan di wilayah Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jakarta Selatan).
“Kami telah melaporkan pemukulan dan ancaman terhadap polisi metropolitan Jakarta untuk C dan R yang dilaporkan akan ditindaklanjuti,” kata korban korban kepada wartawan di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu.
Lebih banyak di sini
Reporter: Ade Irma Junida
Editor: Edy Sujatmiko
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










