Kebijaksanaan lokal adalah bukti kekuatan budaya di tengah globalisasi

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 06:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-)-Menteri Budaya Fadli Zon mengatakan bahwa memperkuat kembali nilai-nilai kebijaksanaan lokal penting untuk dilakukan oleh rakyat Indonesia di tengah-tengah globalisasi sebagai dasar identitas nasional.

“Di tengah -tengah globalisasi, kami menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan dan melestarikan budaya. Generasi muda harus dapat menjadi garis depan dalam memastikan budaya nasional tetap relevan di tengah -tengah perubahan zaman,” kata Fadli Zon dalam sebuah pernyataan pers yang diterima pada hari Sabtu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menbud mengatakan bahwa berbagai kekayaan budaya, termasuk kebijaksanaan lokal yang dimiliki oleh provinsi Kalimantan Timur, adalah keragaman budaya nasional yang harus terus dilestarikan.

Baca Juga: Fadli Zon: Ponpes memiliki peran penting dalam mempertahankan kebijaksanaan lokal

Di antara mereka adalah lukisan -lukisan di Gua Sangkulirang yang merupakan bukti prasejarah dari awal peradaban manusia di kepulauan itu sejak sekitar 40.000 tahun sebelum M, jejak kerajaan Kutai, dan berbagai tradisi lokal yang masih hidup saat ini seperti Tana Ulen, upacara tahun Pelas, handep atau Mapalu.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Kebudayaan sebagai Kementerian yang saat ini berdiri sendiri sejak 79 tahun kemerdekaan, berfokus pada upaya untuk memperkuat kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, sifat, dan budaya untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Sehingga warisan budaya Indonesia dapat digunakan secara optimal untuk memperkuat identitas nasional, merek dan menyatukan bangsa, serta memperkaya peradaban dunia.

Baca Juga: Fadli Zon: Ikn Sebagai Rumah dengan Budaya Indonesia

Menbud mengatakan ini sejalan dengan Konstitusi 1945 Pasal 32 yang secara eksplisit mengamanatkan bahwa negara memajukan budaya nasional Indonesia di tengah -tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam mempertahankan dan mengembangkan nilai -nilai budayanya.

Aturan yang juga terkandung dalam Pasal 28 I paragraf (3) menegaskan bahwa identitas budaya dan hak -hak komunitas tradisional dihormati selaras dengan pengembangan zaman dan peradaban.

“Jadi pemerintah berkomitmen untuk memajukan budaya negara dengan mengundang semua tingkatan negara untuk berkolaborasi, salah satunya adalah melalui promosi budaya regional,” kata Menbud Fadli Zon.

Baca Juga: Menbud Fadli Zon: Potensi Warisan Budaya Kalimantan Timur Cukup Besar

Selain itu, Menbud juga berharap bahwa provinsi Kalimantan Timur di masa depan semakin banyak museum sebagai jendela peradaban yang menampilkan narasi tentang pengembangan masyarakat dan tradisi yang hidup di dalamnya.

Menbud juga mengatakan bahwa dengan Skema Dana Indonesiana, dana abadi budaya 5 triliun rupiah yang dapat diakses oleh individu, komunitas budaya, dan lembaga budaya dengan 11 kategori pendanaan.

Kementerian Kebudayaan berharap bahwa semakin banyak orang muda akan terlibat dalam upaya mempromosikan budaya nasional.

“Kami memiliki visi besar untuk memperkuat narasi bahwa Indonesia adalah ibu kota budaya dunia, melalui menciptakan kembali identitas Indonesia. Suatu tujuan yang hanya dapat dicapai dengan kontribusi dan komitmen semua elemen negara,” kata Fadli Zon.

Baca Juga: Menbud: Masjid tertua Samarinda harus berkelanjutan sebagai perbendaharaan budaya

Menteri Budaya Fadli Zon menghadiri kegiatan kuliah umum berjudul “Menjelajahi Kebijaksanaan Lokal: Perbandingan Hukum Adat dan Kebijaksanaan Lokal dalam Masyarakat Modern” yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah University of East Kalimantan (UMKT) pada hari Jumat 30 Mei 2025, di kampus UMKT.

Acara ini dihadiri oleh wakil gubernur Seno Aji Kalimantan Timur, Walikota Samarinda H. Abdullah, Umkt Academic Civitas, Kepemimpinan Regional Kalimantan Muhammadiy Timur, dan Dewan Kustom Kutan Kutai, dan seluruh Dewan Budaya Kutab, dan seluruh Dewan Budaya KUTAI Timur.

Baca Juga: Menbud: Budaya Menjadi Kekuatan untuk Mempromosikan Kedamaian Dunia

Reporter: Fitra Ashari
Editor: Zita Meirina
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB