Iran: Laporan IAEA tentang Pengayaan Uranium Nuansa Politik

- Jurnalis

Sabtu, 31 Mei 2025 - 17:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEHRAN (-) – Kementerian Luar Negeri Iran menilai laporan terbaru tentang Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengenai pengayaan uranium di Iran penuh dengan konten politik.

Pemerintah Iran secara resmi menyatakan protes atas isi laporan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah pernyataan yang dibuat pada hari Sabtu (31/5), Teheran mengatakan laporan itu disusun di bawah tekanan politik pada IAEA dan bertentangan dengan prinsip -prinsip profesionalisme dan kemandirian yang harus ditegakkan oleh organisasi internasional.

Baca Juga: Direktur Jenderal IAEA mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran di Teheran

“Iran menyesali publikasi laporan ini, yang semata -mata disiapkan untuk tujuan politik dengan menekan IAEA. Kami memprotes isi laporan yang telah melampaui otoritas Direktur Jenderal IAEA (Rafael Gossi) dan melanggar prinsip ketidakberpihakan dalam organisasi internasional,” Kata Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resmi.

Sebelumnya, kantor berita AFP mengutip laporan rahasia IAEA yang mengatakan bahwa Iran telah mempercepat produksi uranium yang diperkaya hingga 60 persen.

Dalam laporan itu, Badan Pengawas Nuklir PBB juga menyatakan bahwa kerja sama Iran masih “tidak memuaskan”.

Menanggapi hal ini, Kementerian Luar Negeri Iran menekankan bahwa kebijakan pertahanan negara itu tidak membuka ruang untuk pengembangan senjata nuklir.

Teheran juga memperingatkan bahwa partainya akan mengambil langkah -langkah yang menentukan ke negara -negara yang mencoba menggunakan laporan IAEA secara politis dalam pertemuan Dewan Gubernur IAEA mendatang.

Sumber: Sputnik-Oana

Baca Juga: Program Nuklir Iran Lengkapi melalui Dialog, bukan ancaman yang agresif

​​​​​​​

Penerjemah: Primayanti
Editor: Rahmad Nasution
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB