JAKARTA (-) – Kepala Kantor Informasi Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana mengkonfirmasi bahwa partainya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkapkan penyebab utama peledakan detonator selama proses penghancuran amunisi di Garut, Jawa Barat.
“Kami akan melakukan investigasi komprehensif terkait dengan insiden ini dan kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut yang berkaitan dengan pengembangan penyelidikan atau investigasi yang dilakukan,” kata Wahyu dalam sebuah pernyataan pers yang diterima oleh – pada hari Senin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menjelaskan bahwa proses investigasi termasuk pemeriksaan beberapa pihak dan tinjauan lokasi ledakan.
Wahyu mengatakan, semuanya dimulai dengan memegang kegiatan penghancuran amunisi yang dilakukan oleh gudang Amunition Center III di Pusat Peralatan Angkatan Darat di Desa Sagara, Distrik Cibalong, Garut Regency, Jawa Barat pada pukul 09.30 WIB.
“Pada awal kegiatan, prosedur dilakukan personel memeriksa dan terkait dengan lokasi peledakan dan semuanya dinyatakan dalam keadaan yang aman,” kata Wahyu.
Setelah itu, personel membuat dua lubang sumur untuk memasuki amunisi iklan yang akan dihancurkan.
Setelah lubang dibuat kemudian dimasukkan amunisi untuk dihancurkan, lubang itu kemudian diledakkan oleh personel Angkatan Darat menggunakan detonator.
“Peledakan di dua sumur ini berjalan dengan sempurna dalam kondisi yang aman,” kata Wahyu.
Setelah itu, personel mengisi satu lubang yang telah disiapkan untuk menghancurkan detonator yang sebelumnya digunakan untuk meledakkan dua lubang sumur.
Detonator dimasukkan ke dalam lubang, lanjutan Wahyu, untuk dihancurkan dengan cara yang sama seperti penghancuran amunisi sebelumnya.
“Ketika tim perancang amunisi menyusun detonator di lubang tiba -tiba ledakan terjadi dari lubang,” kata Wahyu.
Ledakan itu menyebabkan 13 orang mati. Dari 13 orang, empat orang adalah anggota TNI dan sisanya adalah warga sipil.
“Saat ini semua korban yang meninggal telah dievakuasi ke rumah sakit regional untuk tindakan lebih lanjut,” kata Wahyu.
Baca juga: TNI AD menjelaskan kronologi ledakan selama penghancuran amunisi di Garut
Baca Juga: Anggota DPR: Penghancuran amunisi harus dievaluasi setelah ledakan di Garut
Baca Juga: Korban Korban Ledakan Amunisi di Garut dievakuasi ke Rumah Sakit Regional
Reporter: Walda Marisone
Editor: Budi Suyanto
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










