Indra Defandra, hobi membaca buku di antara seluruh dunia

- Jurnalis

Sabtu, 17 Mei 2025 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari masa kecil, saya sangat suka membaca. Bahkan, sampai saya kuliah saya masih sering menyewa buku, komik, novel untuk saya baca di waktu luang saya

Semarang (-) – “Buku adalah jendela dunia” adalah pepatah populer yang memiliki banyak kebenaran dalam hidup, karena dengan membaca buku maka Anda dapat mengetahui banyak hal, memperluas pandangan Anda, dan dapat mengubah kehidupan manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adalah Indra Gunawan, seorang Sarjana Ilmu Politik (S.IP) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta yang merasakan manfaat dari buku -buku membaca dengan rajin.

Saat berada di sekolah menengah pertama, ia dapat menyelesaikan membaca buku yang ia pinjam dari perpustakaan dalam satu hari, dan hasratnya untuk membaca buku terus bertahan.

“Sejak kecil, saya sangat suka membaca. Faktanya, sampai saya masih sering menyewa buku, komik, novel untuk saya baca di waktu luang saya,” kata pria yang lahir di Banyumas, 24 April 1984.

Setelah lulus, ia mulai mencoba dan berkelana untuk menulis, sambil menunggu kelulusan yang akhirnya melahirkan karya novel berjudul “Love Up Date”.

Novel ini kemudian ditawarkan kepada penerbit, tetapi ditolak tiga kali oleh penerbit, sampai akhirnya tujuh tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2013, ada penerbit yang bersedia mempublikasikannya.

Tanpa diduga, novel perdana yang genre komedi remaja terjual habis untuk dijual hingga sekitar 3.000 eksemplar yang membuatnya kemudian dikenal secara luas sebagai penulis.

Dalam novel 349 -halaman pertama yang diterbitkan oleh CV. Tebe Agisna Mandiri (Tam Publishing), ia menggunakan nama Pen Indra Defandra, nama yang sekarang lebih dikenal secara luas daripada nama aslinya.

Tidak hanya novel itu, ayah dari tiga anak juga terampil dalam memproses serangkaian kata dan kalimat menjadi cerita pendek dan puisi yang telah diterbitkan dalam beberapa buku, dan diterbitkan oleh banyak surat kabar.

Puisinya berjudul “Renjanaku” yang juga merupakan genre cinta yang bahkan dibuat menjadi lagu yang dirilis pada tahun 2020, setelah single pertamanya dirilis pada 2013.

Baca Juga: Inilah alasan mengapa orang sukses memiliki kebiasaan membaca buku

Halaman berikut: Membuat perusahaan penerbitan

Editor: Dadan Ramdani
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB