Banda Aceh (-) – Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengusulkan penambahan kuota haji dan penerbangan Umrah langsung dari Aceh Besar Sultan Iskandar Muda Bandara (SIM) ke Badan Pengorganisasian Haji Indonesia (BPH RI).
“Ada beberapa hal yang kami harapkan bisa menjadi perhatian pemerintah pusat, termasuk penambahan kuota haji untuk Aceh, mengingat masa tunggu yang lama,” kata Muzakir Manaf dalam pernyataannya, di Banda Aceh, Sabtu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Permintaan itu disampaikan langsung oleh Muzakir Manaf ketika menyambut kunjungan dan persahabatan kepala BPH Ri Kh Mochamad Irfan Yusuf, di Gubernur Meuligoe Aceh, Banda Aceh.
Untuk informasi, permintaan untuk penambahan kuota peziarah untuk Aceh juga telah disampaikan oleh pemerintah Aceh ke Kementerian Agama Republik Indonesia.
Baca juga: Calhaj Group 13 langsung menggunakan kain ihram sejak di asrama medan haji
Baca Juga: Kementerian Agama: Satu Kandidat untuk Aceh Besar Haji memiliki potensi untuk gagal pergi
Di mana, dengan 5,5 juta penduduk Acehan, diharapkan kuota haji Aceh dapat disesuaikan lagi untuk mencapai 5,5 ribu penyembah. Jika dilihat untuk tahun ini, Aceh hanya mendapatkan kuota 4.378 penyembah, termasuk petugas.
— dengan kepergian Peziarah Umrah dari Aceh dapat dilakukan langsung dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), terutama dalam hal fasilitas dan layanan imigrasi telah disiapkan. Permintaan ini dikirimkan karena masih ada banyak peziarah Aceh Umrah yang terbang dari Medan, Sumatra Utara.
Gubernur, yang secara akrab disebut Mualem, menekankan bahwa sinergi antara pemerintah Aceh dan BPH RI sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan bagi para peziarah dan umrah dari Aceh.
Selain itu, ia juga berharap bahwa di masa depan biaya untuk petugas, asisten haji dari Aceh dapat ditanggung melalui anggaran negara, tidak lagi melalui anggaran regional.
“Pemerintah Aceh siap menjadi mitra aktif dalam mendukung peningkatan layanan ini sebagai bagian dari layanan untuk rakyat,” katanya.
Menanggapi hal ini, kepala BPH RI, KH Mochamad Irfan Yusuf mengatakan dia akan mempertimbangkan penambahan kuota haji untuk Aceh, dan berencana untuk menambahkan sebanyak 500 kuota sebagai bentuk dukungan untuk aspirasi rakyat Aceh.
Namun, terkait dengan permintaan untuk membiayai para peziarah melalui anggaran negara, Kh Irfan menjelaskan bahwa itu berada di luar wewenang BPH RI.
Sementara mengenai penerbangan Umrah yang diusulkan langsung dari Aceh, ia menyambut positif dan menyatakan bahwa ia segera melakukan studi bersama dengan lembaga yang relevan untuk menyadarinya.
“Kunjungan kami ke Aceh kali ini sangat istimewa, karena ada banyak hal yang dapat kami pelajari dari Aceh. Sejak lama, Aceh telah menunjukkan peran besar dalam mengatur ziarah. Faktanya, para sarjana Aceh telah memikirkan bagaimana dana ziarah dapat bermanfaat bagi masyarakat,” kata KH Mochamad Irfan Yusuf.
Baca Juga: Wakil Bupati Memberikan Tips untuk Tetap Sehat Saat Di Tanah Suci
Baca juga: Wamenag meminta peziarah untuk melaporkan ppih yang tidak ingin melayani
Reporter: Rahmat Fajri
Editor: Erafzon Saptiyulda As
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










