Gelombang panas dapat memicu kekambuhan asma

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 01:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Musim panas sering disertai dengan peningkatan gelombang panas yang memperburuk kualitas udara dapat berdampak serius pada kelompok rentan dengan masalah pernapasan seperti penderita asma.

Meluncurkan halaman Hindustan Times, pada hari Minggu (11/5), seorang konsultan dokter paru -paru, Rumah Sakit PD Hinduja di Khar, Dr. Kinjal D Modi mengatakan asma bisa menjadi lebih buruk selama gelombang panas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Secara logis, panas dapat merilekskan otot dan memperluas saluran pernapasan, sehingga penderita asma dapat bernafas lebih mudah. ​​Namun, selama gelombang panas, perubahan iklim dan suhu bertindak sebagai pemicu yang dapat memperburuk asma,” katanya.

Baca Juga: Tip Berbagi Dokter Mengurangi Gejala Asma Pada Anak -Anak

Dia menyampaikan bagaimana gelombang panas mempengaruhi asma, salah satunya adalah polusi udara, yang disebabkan oleh pembangunan jalan, bangunan, dan pekerjaan perbaikan.

Alasan lain seperti variasi suhu diurnal, di mana siang hari panas (di atas 35 ° F) dan malam lebih dingin. Selain itu, orang bepergian ke daerah pegunungan selama liburan untuk menghindari panas yang sekali lagi menciptakan perbedaan suhu.

“Bahkan melangkah keluar dari rumah yang lebih dingin ke tempat yang panas menciptakan perubahan suhu nyata. Demikian juga, bergerak dari ruangan ber-AC ke ruangan tanpa AC menyebabkan tubuh mengalami fluktuasi suhu,” katanya.

Gelombang panas, menurut Dr. Kinjal juga menyebabkan dehidrasi dalam tubuh, yang mengakibatkan sekresi pengeringan di jalan napas, menyebabkan penyempitan dan membuat pernapasan menjadi sulit bagi penderita asma.

Baca juga: Waspadalah tentang tanda -tanda asma pada anak -anak

Faktor -faktor lain seperti kelembaban tinggi selama musim panas, yang mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri, yang dapat menginfeksi atau mengiritasi paru -paru, sehingga memburuknya asma.

Selain itu, gastritis dan makan makanan dingin di musim panas juga bisa menjadi pemicu asma.

“Infeksi saluran pernapasan atas karena perubahan iklim dapat memicu serangan asma,” katanya.

Dia juga menyampaikan tanda -tanda serangan asma yang perlu diawasi, seperti peningkatan sesak napas, batuk dengan atau tanpa dahak, dada terasa kencang, parah, atau rasa sakit, bernapas suara dari dada, bangun di malam hari karena gejala -gejala ini.

Baca Juga: Cara Memberi Obat Asma Terbaik dengan Menghirup

Penurunan nilai PEFR (Laju aliran puncak ekspirasi), di mana pengukuran seberapa cepat dan kuat seseorang dapat menghembuskan napas.

Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah tips yang dapat dilakukan oleh penderita asma seperti dikendalikan dengan baik dengan perlakuan 'optimal'.

Kemudian, vaksinasi dengan vaksin influenza dan pneumokokus, membangun kekebalan dengan protein yang cukup dan makanan antioksidan membantu melawan infeksi dan iritasi, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cairan yang memadai.

“Menghindari perubahan suhu dan paparan polusi yang sering dapat membantu mengendalikan asma. Namun, jika asma memburuk seperti yang dijelaskan di atas, silakan hubungi spesialis paru -paru atau dokter yang menangani asma,” jelasnya.

Baca juga: Setiap jenis asma memiliki karakteristik yang berbeda, mengenali gejala dan pemicu

Baca juga: Kenali karakteristik penyakit asma dan cara mengobatinya

Penerjemah: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB