Film “Maybe We Need Time” menceritakan hilangnya pengasuhan narsis

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA (-) – Jauh sebelum layar bioskop negara itu menayangkan cerita mulai 15 Mei, film “Maybe We Need Time” telah menorehkan catatan di kancah film Indonesia.

Keberhasilan film ini dipilih sebagai salah satu dari enam film panjang terbaik yang berkompetisi Penghargaan Layar Indonesia Dalam acara Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2024 pada akhir tahun lalu, itu menjadi bukti awal dari kualitas dan kedalaman naratifnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengakuannya bukan hanya formalitas, tetapi sinyal yang kuat bahwa film yang disutradarai oleh Teddy Soeriaatmadja memiliki sesuatu yang istimewa untuk ditonton, resonansi emosional dan intelektual yang mampu menyentuh hati penonton.

Film ini hadir tidak hanya sebagai tontonan, tetapi secara signifikan menyajikan semacam “obat” untuk jiwa yang terluka.

Lebih dari sekadar kisah dramatis, “mungkin kita perlu waktu” membagi dinamika hubungan keluarga yang kompleks, sebuah ekosistem di mana cedera batin dan pola perilaku disfungsional ditransmisikan dari satu generasi ke generasi berikutnya, terperangkap dalam siklus generasi narkotika yang merusak.

Film ini juga membuka tabir tentang gangguan kepribadian narsis pada orang tua dapat mengukir luka yang dalam di jiwa anak -anak mereka, menciptakan pola hubungan yang penuh dengan kecemasan, kekecewaan, dan kesulitan dalam membangun keintiman emosional yang sehat.

Baca Juga: Film “Maybe We Need Time” menayangkan versi “Director's Cut”

Halaman berikut: Alur cerita

Editor: Dadan Ramdani
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB