… Kami menyambut bahwa kami hadir di sana yang mewakili pemerintah Indonesia. Semoga salam itu akan menjadi pertanda jika layanan kami adalah yang utama
Jakarta (-) – Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad memastikan kesiapan Indonesia dalam menyambut kedatangan para peziarah para peziarah pertama di Madinah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepada wartawan di Madinah pada hari Jumat, ia mengatakan sejumlah antisipasi teknis telah dirancang dengan baik, terutama untuk melayani para penyembah yang tiba melalui jalur cepat atau jejak cepat.
“Jalur Cepat Memang mempercepat proses imigrasi, tetapi ada efek samping yang perlu kita atasi. Peziarah sering ingin keluar dari bandara, meskipun beberapa dari mereka, terutama orang tua, perlu istirahat atau ke toilet terlebih dahulu. Ini membutuhkan pengaturan yang baik sehingga mereka tidak tersebar dari kelompok, “kata Aziz.
Dia juga mengatakan bahwa petugas di lapangan telah mengantisipasi situasi, termasuk masalah mengelompokkan peziarah sesuai dengan layanan delapan Syarikah atau penyedia layanan haji.
Baca Juga: BPKH Meningkatkan Layanan Haji di Arab Saudi melalui berbagai inovasi
“Kami harus memastikan tidak ada penyembah dari satu perusahaan yang tersebar ke perusahaan lain. Ini bukan hanya masalah orang, tetapi juga barang. Jika tidak ditangani dengan rapi, peziarah dapat dialihkan atau tersebar,” katanya.
Tantangan lain, lanjutan Aziz, juga terkait dengan distribusi kartu Menusuk atau dokumen identitas penting yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk peziarah. Kartu itu diserahkan oleh Syarikah langsung kepada para peziarah di hotel karena paspor dan dokumen lainnya dipegang oleh pesta (Wukala).
“Distribusi kartu Menusuk harus tepat waktu. Jika sudah terlambat, itu dapat mengganggu mobilisasi peziarah. Jadi kami mendorong petugas dan Syarikah untuk bekerja dengan cepat dan secara koordinatif, “katanya.
Selain itu, Aziz juga menyebutkan, jika hambatan ditemukan yang membutuhkan intervensi diplomatik, partainya siap untuk campur tangan.
Baca Juga: Menteri Agama Kepergian Peziarah Peziarah Pertama
“Jika kami benar -benar membutuhkan langkah -langkah diplomatik, kami membantu. Tetapi jika itu dapat diatasi dengan teknis, maka kami akan membiarkannya sehingga prosesnya berjalan fleksibel,” katanya.
Kemudian, dalam momentum kedatangan peziarah, Aziz memastikan bahwa kedutaan Indonesia juga akan menyambut mereka di bandara.
“Ketika para peziarah tiba, kami menyambut untuk mengatakan bahwa kami hadir di sana mewakili pemerintah Indonesia. Semoga salam itu akan menjadi tanda bahwa layanan kami adalah yang utama,” katanya.
Baca Juga: Pemerintah Memastikan Haji Service Management 2025 berjalan secara optimal
Reporter: Tri Meilani Ameliya
Editor: Bernadus Tokan
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










