Marhalah Tsaniyah (S2) dan Marhalah Tsalitsah (S3) (S3) Standar kualitas bukan hanya formalitas administratif, tetapi upaya sistematis untuk memastikan bahwa lulusan Ma'had Aly memiliki kedalaman sains, ketajaman metodologi …
Jakarta (-) – Majelis Masyayikh dan Kementerian Agama (Kemenag) sedang merancang Standar Kualitas Pendidikan Tinggi Pesantren Doktor, dalam komitmennya untuk menetapkan pendidikan pesantren sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Marhalah Tsaniyah (S2) and Marhalah Tsalitsah (S3) (S3) quality standards are not just administrative formalities, but systematic efforts to ensure that Ma'had Aly graduates have the depth of knowledge, the sharpness of methodology, and the readiness of the Makidmat, in a dynamic global community,” said Secretary of the Muhyiddin Khiyayikh Muhyiddin Khotib di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, Majelis Masyayikh sebagai lembaga independen dan independen memiliki wewenang untuk merumuskan dan membangun sistem penjaminan kualitas pendidikan pesantren.
Majelis Masyayikh mengambil langkah -langkah strategis untuk memperkuat pendidikan pesantren melalui persiapan standar kualitas pascasarjana, lembaga, kerangka kerja dasar dan struktur kurikulum Marhalah Tsaniyah (S2) dan Marhalah Tsalitsah (S3) Ma'had Aly.
Baca Juga: Masyayikh: Sistem Jaminan Kualitas Mempersiapkan Tantangan Wajah Pesantren
“Ini adalah bagian dari tanggung jawab agama yang diwarisi dari generasi ke generasi,” katanya.
Dia menjelaskan arah utama persiapan standar kualitas ini adalah untuk mempertahankan kesinambungan dan keunggulan. Rancangan standar kualitas yang disiapkan nanti, juga akan mencakup standar pendidikan (Tarbiyah), standar kerja ilmiah (Bahts), dan standar layanan masyarakat (Khidmah) kepada publik.
“Persiapan standar kualitas ini bertujuan untuk membangun kerangka dasar minimum yang menjamin integritas akademik, kedalaman ilmiah, dan relevansi sosial lulusan Ma'had Aly, bukan untuk seragam antar lembaga,” katanya.
Direktur Jenderal Kementerian Pendidikan Islam Agama Amien Suyitno menekankan pentingnya mengembangkan standar pendidikan pesantren nasional yang lengkap.
Baca Juga: Dewan Masyayikh: Jaminan Kualitas memastikan lulusan pesantren yang diakui
Menurutnya, standar kualitas nasional untuk Ma'had Aly harus diatur berdasarkan karakteristik pesantren, tidak semata -mata mengikuti standar umum yang saat ini berada di lembaga tersier.
“Majelis Masyayikh memiliki wewenang penuh dalam menentukan standar kualitas pesantren. Kami akan merumuskan ini menjadi peraturan resmi,” katanya.
Dia menggarisbawahi keunggulan khas Ma'had Aly yang tidak dimiliki oleh pendidikan tinggi umum.
“Keunggulan Ma'had Aly terletak pada kedalaman penguasaan Kitab Turat, sistem Talaqqi, dan Sanad ilmiah yang membuatnya berbeda dari program studi di Ptkin (State Islamic Religius College) atau lembaga umum tersier,” kata Suyitno.
Baca Juga: Wamenag: Synergy Mahad Aly dan Ptkin dapat meningkatkan input siswa
Reporter: ASEP Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










