BPH Migas memastikan pasokan dan distribusi BBM dengan baik untuk dipertahankan

- Jurnalis

Jumat, 9 Mei 2025 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Secara keseluruhan, Jawa Barat, untuk Minyak Surya JBT dan JBKP Pertalite dalam kondisi yang cukup

Jakarta (-) – Badan Pengatur Minyak dan Gas Hilir (BPH MIGAS) memastikan pasokan dan distribusi minyak bahan bakar (BBM) hingga kuartal pertama 2025 terawat dengan baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komite Migas BPH Basuki Trikora Putra mengatakan perencanaan kuota dan distribusi bahan bakar diharapkan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2025.

“Kami membahas bagaimana pengembangan kebutuhan bahan bakar nasional di daerah tersebut. BPH Migas telah menyampaikan bagaimana realisasi (kuota BBM) sampai kuartal pertama 2025 telah dijaga dengan baik,” kata Trikora dalam sebuah pernyataan di Jakarta pada hari Jumat.

Trikora mengatakan bahwa BPH Migas terus mempertahankan ketahanan stok bahan bakar nasional bersama dengan entitas bisnis penugasan, terutama PT Pertamina (Persero) yang memiliki infrastruktur besar dan fasilitas produksi di wilayah Indonesia.

Selain itu, Tiko menjelaskan, kondisi ketahanan bahan bakar di bagian barat Java, dan ditemukan bahwa kuota untuk jenis bahan bakar tertentu (JBT) dan jenis penugasan bahan bakar khusus (JBKP) dalam kondisi yang memadai.

“Secara keseluruhan Jawa Barat, untuk JBT Solar Oil dan JBKP Pertalite dalam kondisi yang cukup,” jelasnya.

Trikora berharap bahwa kuota bahan bakar yang disubsidi dan kompensasi diharapkan akan digunakan sebaik mungkin bagi orang -orang yang berhak, sehingga memiliki dampak positif pada ekonomi lokal.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Dewan Perwakilan Rakyat XII Donny Maryadi Oekoen menekankan pentingnya keseimbangan antara pasokan dan konsumsi bahan bakar untuk mencegah potensi ancaman keamanan energi nasional.

“Oleh karena itu, pada kunjungan kerja tertentu, Komite Kerja Minyak dan Gas di Cirebon, Jawa Barat, kami ingin melihat rencana pemerintah untuk pengembangan kilang dengan kapasitas 1 juta barel per hari untuk mendukung keamanan energi nasional, termasuk proses dan kualitas bahan bakar dan distribusinya menjadi lebih transparan dan tepat sasaran,” katanya.

Bupati Indramayu Lucky Hakim juga menjelaskan peran Kabupaten Indramayu sebagai area yang memiliki sumber daya minyak dan gas untuk memenuhi aspek keamanan energi skala nasional.

“Indramayu memiliki kekayaan di sektor minyak dan gas, yang tentu saja merupakan salah satu pendukung keamanan energi untuk Indonesia. Hubungan ini telah mapan, antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pertamina,” kata Lucky.

Kegiatan Kunjungan Kerja Khusus Komisi Kerja Minyak dan Gas XII dari Dewan Perwakilan Republik Indonesia (DPR RI) di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (8/5) juga dihadiri oleh anggota Komisi Dewan Perwakilan XII, Naibui, Arif Riyanto Uopdana, Cheroline Makalewe, Chrisone Makalewe, Naif Riyanto Uopdana, Cheroline Makalewe, Cheroline Makalewe, Cheroline Makale. Daryanto, Totok Hamonangan. Juga hadir adalah direktur perencanaan infrastruktur minyak dan gas dan pengembangan Direktorat Jenderal Kementerian Energi dan Mineral Sumber Daya Minyak dan Gas (ESDM) Laode Sulaiman dan entitas bisnis minyak dan gas.

Baca Juga: BPH Migas: Kapal Kecil Dapat Membeli BBM Subsidi dengan Surat Rekomendasi

Baca Juga: Komitmen Prabowo untuk Membawa BBM Ri -Successful dalam 5 tahun ke depan

Baca Juga: Harga Bahan Bakar Pertamina, Shell, Vivo, BP Kompak menurun pada Mei 2025

Reporter: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Faisal Yunianto
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB