Jakarta (-)-Pusat misi pemeliharaan Angkatan Darat Nasional Indonesia (PMPP TNI) dan Pusat Informasi PBB (UNIC) Jakarta mencatat kolaborasi sejarah melalui “Jurnalis Boot Camp: Pengalaman Misi Penjaga Perdamaian Indonesia” di Sentul, Bogor, Java Barat, pada 14-15 Mei.
“Inisiatif ini menjembatani pemahaman antara publik dan pasukan penjaga perdamaian dengan memberikan pengalaman langsung kepada wartawan,” kata Direktur Jakarta Unic Miklos Gaspar di Bogor, Kamis (5/16) sore.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kegiatan itu mendorong akurat, etis, dan berdasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang kontribusi penting Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan global.
Direktur Kerjasama Internasional/Kolonel Danlat Arh Budi Laksana, yang mewakili komandan PMPP TNI Mayor Jenderal Taufik Buda Santoso, mengatakan bahwa melalui kegiatan -kegiatan ini, partainya tidak hanya menunjukkan kesiapan dan komitmen Indonesia dalam misi perdamaian, tetapi juga membangun hubungan yang lebih kuat dengan media.
“Media adalah mitra penting kami dalam menceritakan kisah damai dan Predeployment pelatihan Kali ini, kami mencoba mengembangkan Pelatihan berbasis skenario Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada para prajurit tentang tugas -tugas di area misi kemudian, “katanya.
Sepuluh jurnalis dari media terkemuka di Indonesia berpartisipasi dalam program yang terjadi pada 14-15, yang dirancang untuk memperdalam pemahaman publik tentang kontribusi Indonesia dalam operasi pemeliharaan perdamaian PBB, terutama dalam misi rumit seperti Republik Demokratik Kongo.
Indonesia adalah salah satu kontributor terbesar dalam misi penjaga perdamaian PBB dan saat ini berada di peringkat kelima di dunia dengan 2559 personel militer ditempatkan dalam delapan misi PBB.
Kegiatan tersebut, yang diadakan di Pusat Pelatihan Peace Guard Indonesia, menggabungkan arah tingkat tinggi dengan pelatihan simulasi sepanjang hari.
Para peserta secara langsung terlibat dalam skenario pemeliharaan perdamaian yang realistis yang mencakup mediasi konflik, negosiasi sandera, dan bantuan kemanusiaan, yang mencerminkan kompleksitas situasi yang dihadapi oleh pasukan penjaga perdamaian di lapangan.
Sepuluh jurnalis berasal dari -, CNN Indonesia, Kompas TV, Kompas.com, Radar Sukabumi (Jawa POS), Suara.com, Tribun News, TVRI, Al Jazeera, dan Kyodo News.
Mereka mengikuti simulasi yang dilakukan oleh TNI PMPP untuk mempersiapkan lebih dari 1.000 tentara untuk misi perdamaian di Kongo. Simulasi ini adalah persiapan tingkat akhir sebelum pasukan Garuda berangkat untuk misi perdamaian.
Dalam simulasi, kompleksitas masalah disajikan dalam misi, termasuk konflik bersenjata, penculikan, negosiasi dan sandera.
Kru media diharapkan menghasilkan liputan yang memberikan visibilitas yang lebih besar terhadap kontribusi Indonesia dalam perdamaian dunia, serta menerapkan prinsip -prinsip jurnalisme yang peka terhadap konflik dan menjunjung tinggi etika.
Baca juga: Guterres menekankan peran penting dari operasi pemeliharaan perdamaian PBB
Baca Juga: TNI-Polri Disebut Peringkat 5 World Peace Guard
Reporter: Asri Mayang Sari
Editor: Anton Santoso
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










