Jakarta (-) – Badan Manajemen Perbatasan Nasional (BNPP) Republik Indonesia mendorong strategi pembangunan ekonomi baru di daerah perbatasan negara bagian melalui hilir komoditas terkemuka dan memperkuat sektor pariwisata lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan UMKM di sekitar Cross -border Post (PLBN).
Wakil Manajemen BNPP BERBARU INSPEKTOR Jenderal Edfrie R Maith menjelaskan bahwa strategi penguatan ekonomi akan difokuskan pada bidang pembentukan 11 PLBN aktif yang merupakan pintu ekspor-impor ke negara-negara tetangga seperti Malaysia, Timor Leste dan Papua Newini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami merencanakan bahwa industri manufaktur dapat tumbuh langsung di perbatasan. Ada kemungkinan komoditas dari pertanian, perikanan tanah dan laut yang dapat diproses lebih lanjut sehingga mereka adalah nilai tambah,” kata Maith dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Sabtu.
Baca Juga: Sinergi Pengembangan BNPP di perbatasan untuk meningkatkan kesejahteraan
Dia menekankan bahwa hilir memberikan peluang besar untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat industri lokal. Namun, proses ini juga membutuhkan infrastruktur dan investasi yang memadai yang tidak kecil.
“Jika Anda hanya menjual bahan baku, itu sangat menguntungkan. Tetapi ini membuat kami rentan terhadap fluktuasi pasar dan kehilangan potensi besar,” katanya.
Dia menyebutkan perlunya pemrosesan pakan ternak di Bengkayang, Kalimantan Barat, yang membuka peluang untuk industri pemrosesan berbasis produk pertanian.
Selain hilir, BNPP juga menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kebijaksanaan lokal. Ini termasuk pembangunan konektivitas tujuan, fasilitas, dan kolaborasi promosi dengan komunitas lokal dan media sosial.
“Setelah konektivitas selesai, kami akan menggabungkannya dengan atraksi seperti Dayak Gawai Week di Kalimantan atau acara keagamaan di NTT,” jelas Maith.
Baca Juga: BNPP-PEMKAB Sambas memperkuat sektor ekonomi dan pendidikan di perbatasan
Baca Juga: Sota Plbn adalah objek wisata dan mendorong pergantian ekonomi
Berdasarkan data BNPP, potensi ekspor dari daerah perbatasan terus tumbuh. Di PLBN Entikong, Kabupaten Sangggau, ekspor pertanian dan perikanan mencapai Rp49,2 miliar selama 2024.
Kemudian Badau Plbn, Kalimantan Barat, ekspor komoditas MSME dicatat pada Rp12,3 miliar, didominasi oleh ikan olahan, buah -buahan, dan kerajinan. Selanjutnya, PLBN ARUK menyumbang ekspor perikanan sebesar RP15,9 miliar dan pertanian RP4,6 miliar.
Komoditas superior yang diekspor termasuk udang dogol, ikan mackerel, durian, arang, dan daun keratom. Sementara itu, minyak kelapa sawit dan sarang menelan juga menjadi andalan.
Reporter: Narda Margaretha Sinambela
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










