BNN menyelidiki kasus -kasus cogging 1,2 ton kokain dan 795 kg metamfetamin di Kepulauan Riau

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM (-) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepulauan Riau menindaklanjuti pengajuan kasus -kasus penyelundupan 1,9 ton obat metamfetamin dan kokain yang berhasil digagalkan oleh Angkatan Laut dengan melakukan investigasi dan penyelidikan.

“Tentu saja kami melakukan penyelidikan menyeluruh, kami mengamankan bukti, untuk tidak kehilangan bukti,” kata kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dari Brigadir Kepulauan Riau, Brigadir Jenderal Pol. HANNY HIDAY Setelah konferensi pers penyelundupan 1,9 ton obat -obatan di Lantamal IV Batam City, Kepulauan Riau, Jumat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenderal polisi satu -bintang mengatakan bahwa penyelidikan dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui asal usul narkoba dan tujuan mereka, serta jaringan yang terlibat.

“Setelah diterima oleh administrasi berita acara, maka kami akan melakukan penyelidikan,” katanya.

Angkatan Laut Indonesia mengajukan investigasi dan investigasi kasus penyelundupan obat 1,9 ton yang terdiri dari 1,2 ton kokain dan 705 kg metamfetamin ke BNN. Bukti dan tersangka juga diserahkan untuk penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Hanny, Kepulauan Riau bukan area sirkulasi kokain. Oleh karena itu, partainya menyelidiki secara menyeluruh untuk memastikan 1,2 ton kokain yang diselundupkan menggunakan kapal penangkap ikan asing yang dipenuhi oleh orang Thailand ke mana harus pergi.

“Ini masih dieksplorasi, para pelaku dan bukti juga diamankan kemarin (Rabu-merah), hanya diserahkan hari ini sehingga mereka belum ditanyai,” katanya.

Dari pengungkapan, total 5 lima orang diamankan, terdiri dari satu orang asing Thailand dan empat orang asing Myanmar. Dari lima orang, empat konsumsi obat positif.

Baca Juga: BNN-LPSK memperkuat sinergi saksi dan korban kasus narkotika

Baca Juga: Wakil Gubernur Kepulauan Riau: Synergy Key Apparatus Pemberantasan Sirkulasi Obat

Reporter: Rahmawaty Laily
Editor: Imam Budilaksono
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB