Jakarta (-) – Kepala Pusat Teknologi Data dan Informasi (Kapusdatin) DKI Jakarta Bina MARGA Kantor Wiwik Wahyuni berbicara tentang kritik virus dari dua siswa tentang pemasangan garis panduan yang cacat (Blok penuntun) yang sebenarnya mengarah langsung ke sungai.
“Saat ini di lokasi (di Taman Lake Dampelas, Bendungan Hilir, Jakarta Tengah) 'Blok penuntun“Ini telah dibongkar dan diinstal ulang sesuai dengan standar teknis agar tidak membingungkan disabilitas,” kata Wiwik di Jakarta pada hari Minggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Wiwik, pemasangan ubin panduan yang tepat sangat penting untuk memastikan fungsinya optimal.
Pemasangan ubin pemandu melibatkan dua jenis ubin, yaitu ubin kemudi/garis sebagai arah yang dipasang lurus dan kontinu di jalur pejalan kaki.
Baca Juga: Asn Disability dan Kehamilan Tidak Diperlukan untuk Mengambil Transportasi Umum
Saat memperingatkan ubin/bundar (titik) sebagai penanda berhenti atau peringatan, dipasang di persimpangan, pintu masuk atau akhir tangga.
Pemasangan ubin pemandu yang tidak pantas berpotensi membahayakan dan membingungkan pengguna. “Oleh karena itu, penting untuk mengikuti standar teknis dalam instalasinya,” kata Wiwik.
Dengan demikian, kata Wiwik, ubin pemandu dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat yang signifikan bagi para penyandang cacat buta.
Sebelumnya, viral di media sosial dua siswa mengkritik pemerintah terkait dengan instalasi “Blok penuntun“Yang sebenarnya mengarah langsung ke sungai dan membahayakan keselamatan orang buta.
Baca Juga: Jakarta Timur Menyediakan Pelatihan Barista untuk 20 Disabilitas
Video yang menampilkan dua siswa yang mengenakan seragam Scout adalah di Lake Dampelas Park, Hilir Dam (Benhil), Central Jakarta.
Rekaman ini diunggah oleh akun Tiktok @parararaaribambam, menunjukkan salah satu siswa yang menunjukkan dirinya sebagai orang buta yang mengikuti jalan “Blok penuntun“.
Di ujung jalan setapak, dia menabrak tepi sungai, menunjukKanan Jelas bahaya potensial dari instalasi yang salah.
Setelah salah satu dari mereka menunjukkan diri mereka sebagai orang buta, kedua siswa segera meminta jalan itu “Blok penuntun“Kuning segera diperbaiki.
Reporter: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










