“Blok penuntun” yang berbahaya di Danau Dampelas telah diperbaiki

- Jurnalis

Minggu, 11 Mei 2025 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Kepala Pusat Teknologi Data dan Informasi (Kapusdatin) DKI Jakarta Bina MARGA Kantor Wiwik Wahyuni ​​berbicara tentang kritik virus dari dua siswa tentang pemasangan garis panduan yang cacat (Blok penuntun) yang sebenarnya mengarah langsung ke sungai.

“Saat ini di lokasi (di Taman Lake Dampelas, Bendungan Hilir, Jakarta Tengah) 'Blok penuntun“Ini telah dibongkar dan diinstal ulang sesuai dengan standar teknis agar tidak membingungkan disabilitas,” kata Wiwik di Jakarta pada hari Minggu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wiwik, pemasangan ubin panduan yang tepat sangat penting untuk memastikan fungsinya optimal.

Pemasangan ubin pemandu melibatkan dua jenis ubin, yaitu ubin kemudi/garis sebagai arah yang dipasang lurus dan kontinu di jalur pejalan kaki.

Baca Juga: Asn Disability dan Kehamilan Tidak Diperlukan untuk Mengambil Transportasi Umum

Saat memperingatkan ubin/bundar (titik) sebagai penanda berhenti atau peringatan, dipasang di persimpangan, pintu masuk atau akhir tangga.

Pemasangan ubin pemandu yang tidak pantas berpotensi membahayakan dan membingungkan pengguna. “Oleh karena itu, penting untuk mengikuti standar teknis dalam instalasinya,” kata Wiwik.

Dengan demikian, kata Wiwik, ubin pemandu dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat yang signifikan bagi para penyandang cacat buta.

Sebelumnya, viral di media sosial dua siswa mengkritik pemerintah terkait dengan instalasi “Blok penuntun“Yang sebenarnya mengarah langsung ke sungai dan membahayakan keselamatan orang buta.

Baca Juga: Jakarta Timur Menyediakan Pelatihan Barista untuk 20 Disabilitas

Video yang menampilkan dua siswa yang mengenakan seragam Scout adalah di Lake Dampelas Park, Hilir Dam (Benhil), Central Jakarta.

Rekaman ini diunggah oleh akun Tiktok @parararaaribambam, menunjukkan salah satu siswa yang menunjukkan dirinya sebagai orang buta yang mengikuti jalan “Blok penuntun“.

Di ujung jalan setapak, dia menabrak tepi sungai, menunjukKanan Jelas bahaya potensial dari instalasi yang salah.

Setelah salah satu dari mereka menunjukkan diri mereka sebagai orang buta, kedua siswa segera meminta jalan itu “Blok penuntun“Kuning segera diperbaiki.

Reporter: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB