Astra Agro bersiap untuk mengantisipasi munculnya hotspot

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 10:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) – Pt Astra Agro Lestari TBK Palm Oil Company mempersiapkan sejumlah upaya dan kebijakan untuk mengantisipasi munculnya hotspot, terutama selama musim kemarau sebagai langkah untuk mencegah kebakaran hutan dan tanah (Karhutla)

Manajer Manajemen Iklim & Konservasi Astra Agro, Dian Ary Kurniawan menjelaskan bahwa perusahaan tersebut memiliki dekrit kebijakan pembakaran nol sebagaimana tercantum dalam aspirasi keberlanjutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Oleh karena itu, kami dapat mencatat nol kebakaran tanah di setiap bidang anak perusahaan tahun lalu,” kata Dian dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Senin.

Kebijakan Zero Burn dipertahankan untuk secara efektif menghilangkan semua risiko kebakaran potensial di semua anak perusahaan dan diterapkan di semua rantai pasokan.

Selain itu, ia melanjutkan, Prosedur Operasi Standar Sistem Manajemen Kebakaran (SOP) dilakukan untuk semua anak perusahaan dan melakukan pemantauan rutin untuk implementasi sistem manajemen kebakaran.

Implementasi SOP di setiap anak perusahaan divalidasi oleh pihak -pihak eksternal seperti TNI/Polri, BPBD, LKH Office, dan Mangga Agni untuk memastikan kesiapan tim, infrastruktur, infrastruktur, dan strategi antisipasi kebakaran yang telah memenuhi Permentan No. 5 tahun 2018, dan dinyatakan siap menghadapi musim kering.

Upaya untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan, tambahnya, memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, menjaga keanekaragaman hayati, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Pencegahan dilakukan melalui identifikasi bidang -bidang rentan berdasarkan data hotspot historis dan kegiatan masyarakat, didukung oleh sistem peringatan dini,” kata Dian ketika menerima kunjungan ke Menteri Lingkungan Hanif Faisol Nurofiq di Astra Agro, juga PT Kimia Tirta Utama (Ktu), Siak, Riau, juga Consol Tirta.

Dia menjelaskan, kesiapsiagaan meliputi pelatihan, simulasi, dan pengembangan infrastruktur seperti memantau menara dan sumber air. Deteksi dini dan pemadaman menjadi bagian dari respons cepat, sementara kemitraan dengan masyarakat dilakukan melalui kegiatan patroli bersama.

Adapun untuk mengantisipasi risiko kebakaran yang berasal dari luar konsesi, menurut Dian, perusahaan terus memperluas area penjaga dengan membentuk dan menumbuhkan komunitas perawatan API (MPA) di daerah di sekitar perusahaan.

Tim ini dilengkapi dengan pelatihan dan fasilitas dan infrastruktur sesuai dengan regulasi Menteri Pertanian (Permentan) nomor 6 tahun 2025 tentang pembukaan dan atau perawatan lahan perkebunan tanpa terbakar.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hanif Faisol Nurofiq menyatakan keterlibatan semua pihak dalam mencegah munculnya hotspot karena musim kemarau sangat diperlukan.

“Kami benar -benar ingin (kesiapan) diterapkan di semua lokasi,” kata Menteri.

Penanggulangan kehutanan, tambahnya, akan dilakukan dengan serius dan represif sebagai mandat hukum, oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup benar -benar ingin berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk, yang melibatkan anggota Asosiasi Pengusaha Minyak Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

“Karena itu ia mendesak perusahaan kelapa sawit untuk bergabung dengan Gapki untuk memfasilitasi penanganan kebakaran tanah,” katanya.

Baca Juga: Menteri LH Banding kepada Pengusaha Minyak Minyak Minyak Peringatan Tertib Karhutla

Baca Juga: Menteri LH mendorong pihak terkait untuk bekerja sama untuk mencegah kebakaran hutan dan tanah di Riau

Baca Juga: Sumatra Selatan BPBD Mengingatkan Perusahaan Perkebunan Kantor Hutan

Reporter: Subagyo
Editor: Biqwanto Situmorang
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB