Apa yang dilakukan selama ziarah? Ini adalah pesanan lengkap

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 04:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta (-) -Tidak beberapa Muslim yang telah menabung selama bertahun-tahun untuk dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci dan melakukan ziarah. Perjalanan suci ini bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga panggilan spiritual yang merupakan mimpi seumur hidup.

Haji adalah pilar kelima Islam yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial, setidaknya sekali seumur hidup. Implementasi ziarah memiliki serangkaian harmoni dan haji wajib yang harus dilakukan dengan cara yang tertib dan berurutan. Kesesuaian dalam melaksanakan setiap tahap menjadi bagian penting dari kesempurnaan ibadah ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Saran Pakar Diet dan Ahli Gizi untuk Calon Haji

Berikut ini adalah tahap lengkap dari implementasi haji yang penting untuk diketahui dan dipahami:

1. Ihram dari Miqat yang telah ditetapkan

Tahap pertama ziarah dimulai dengan maksud Ihram dari Miqat, yang merupakan batas geografis yang telah ditentukan untuk memulai implementasi ziarah. Sebelum Berihram, jemaat dibayar untuk mandi, wudhu, dan mengenakan pakaian ihram. Setelah itu, jemaat melakukan doa sunnah ihram dua rak'ah dan mengatakan maksud ziarah.

Selama Ihram, jemaat diwajibkan untuk melindungi diri dari larangan Ihram dan meningkatkan bacaan Talbiyah sampai mereka tiba di Arafat.

2. Wukuf di Arafat

Wukuf di Arafat adalah puncak ziarah dan dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Pada hari ini, semua peziarah berkumpul di Padang Arafat untuk melakukan ibadat dengan sungguh -sungguh, termasuk Zuhr dan doa Asar jamak dan qashar, mendengarkan khotbah Wukuf, dan mengalikan Dhikel, doa, dan membaca Al -Qur'an.

3. Mabit di Muzdalifah

​​​​​​​Setelah Wukuf, jemaat bergerak menuju Muzdalifah untuk Mabit atau semalam. Di lokasi ini, jemaat mengumpulkan kerikil yang akan digunakan untuk ritual untuk melempar Jamrah. Mabit dilakukan sampai fajar, sambil meningkatkan doa dan istirahat.

Baca Juga: Ppih Medan: Multiply Worship karena tahun ini adalah haji besar

4. Melempar Jamrah Aqabah

​​​​​​​Pada 10 dzulhijjah, jemaat melakukan ritual melempar jamrah aqabah di Mina dengan tujuh lemparan kerikil. Ritual ini melambangkan penolakan terhadap godaan iblis dan meniru tekad Nabi Ibrahim dalam menghadapi ujian iman.

5. Tahalul Awal

Setelah melempar Jamrah Aqabah, jemaat melakukan tahalul awal dengan mencukur atau memotong sebagian rambut. Tahap ini menandai izin bagian dari larangan Ihram, kecuali untuk hubungan perkawinan dan pernikahan.

6. Tawaf Ifadhah

​​​​​​​Tawaf Ifadhah adalah salah satu pilar haji yang harus dilakukan setelah tahalul awal. Kongregasi mengelilingi Kaaba tujuh kali di masjid besar. Tawaf ini menunjukkan rasa hormat terhadap Baitullah dan merupakan persyaratan hukum untuk ziarah.

7. Sai antara Bukit Shafa dan Marwah

​​​​​​​Setelah Tawaf Ifadhah, jemaat berlanjut dengan Sai, yang berjalan cepat antara Bukit Shafa dan Marwah tujuh kali. Sai mulai dari Shafa dan berakhir di Marwah, dengan setiap trek dihitung sebagai satu kali.

Baca Juga: PPIH mendistribusikan kartu NAPS untuk kelancaran ziarah

8. Tahalul Kedua

Setelah menyelesaikan Sai, jemaat melakukan tahalul kedua. Dengan ini, semua larangan Ihram telah dicabut, dan jemaat diizinkan untuk kembali ke aktivitas normal.

9. Mabit di Mina

​​​​​​​Setelah Tahalul kedua, jemaat kembali ke Mina untuk Mabit selama masa Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah). Di Mina, jemaat melakukan ritual untuk melempar tiga jam, yaitu ULA, Wusta, dan Aqabah, masing -masing sebanyak tujuh batu setiap hari.

10. Tawaf Wada

​​​​​​​Tahap terakhir dalam implementasi ziarah adalah Tawaf Wada, yang merupakan perpisahan Tawaf sebelum meninggalkan kota Mekah. Tawaf ini dilakukan di sekitar Kaaba tujuh kali sebagai bentuk salam terakhir ke Baitullah.

Seri haji membutuhkan kesiapan spiritual, fisik, dan mental. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang setiap tahap sangat penting sehingga ziarah dapat dilakukan dengan benar dan hukum sesuai dengan hukum Islam.

Bersama dengan niat yang tulus, pengetahuan yang memadai, dan bimbingan yang baik, yang diadili Tuhan, ziarah dapat menjadi perjalanan spiritual yang penuh dengan makna dan membawa berkah dalam hidup.

Baca Juga: Apakah judul “Haji” perlu disematkan? Ini adalah hukumnya

Baca Juga: Berapa Biaya Haji Sekarang? Estimasi & tips berikut untuk mengumpulkan dana

Reporter: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Hak Cipta © antara 2025

RakyatPos Irian

Berita Terkait

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta
Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK
KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya
Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya
Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?
Fenomena langka Blue Moon pada 31 Mei bisa disaksikan dari Indonesia, perhatikan waktunya
Berita Terkini, Berita Terkini di Indonesia dan Dunia | tempo.co
Ikatan Keluarga Minang Nilai Klarifikasi Abu Janda Malah Memperluas Isu Intoleransi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 16:35 WIB

Bupati Muara Enim Masih Diperiksa KPK di Sumsel, Besok Dibawa ke Jakarta

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Juni 2026 - 16:29 WIB

KPK juga tengah mendalami kasus MBG, dan akan menggelar gelar perkara untuk mengetahui kelanjutannya

Senin, 8 Juni 2026 - 16:26 WIB

Polisi Ungkap Kronologi Meninggalnya Ibu Aminah Usai Makan Sate Beracun dari Menantunya

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:19 WIB

Wabah Ebola: Pembatasan perjalanan apa yang diberlakukan oleh negara-negara?

Berita Terbaru

Berita

Golkar Sangat Prihatin Bupati Muara Enim Kena OTT KPK

Senin, 8 Jun 2026 - 16:29 WIB