JAKARTA (-) – Ketua Dewan Kehormatan Asosiasi Dokter Paru -paru Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama mengatakan bahwa masyarakat umum dapat mencegah penularan tuberkulosis (TB) melalui beberapa hal.
“Ada empat tindakan pencegahan. Pertama jika seseorang sakit, itu harus segera diperlakukan agar tidak menyebar ke orang lain,” katanya ketika dihubungi oleh – dari Jakarta pada hari Minggu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ia merekomendasikan vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) pada bayi sebagai perlindungan sejak dini. “Meskipun perlindungan hanya sebagian (mencegah tuberkulosis) parah pada anak -anak dan kematian tuberkulosis pada anak -anak) tidak melindungi orang dewasa,” jelasnya.
Untuk orang yang sesuai dengan kriteria estetika, terapi pencegahan TBC (TPT) dapat diberikan. Akhirnya, menerapkan perilaku yang bersih dan sehat untuk mempertahankan daya tahan.
Baca Juga: Pasien TB tidak selesai untuk perawatan
Pria yang juga menjabat sebagai direktur pascasarjana di Universitas Yarsi juga mengungkapkan pengembangan diagnosis untuk penyakit TB.
“Diagnosis dulu digunakan dahak Untuk melihat kuman di bawah mikroskop, sekarang dengan tes cepat molekuler, “katanya.
Sementara dalam hal pengobatan, sekarang ada pengobatan dengan durasi empat bulan selain durasi enam bulan.
Mengenai vaksin TB yang masih diselidiki, ia berharap bahwa jika hasil penelitian menunjukkan hal -hal positif, vaksin baru dapat disajikan sehingga mereka dapat digunakan oleh komunitas yang lebih luas. “Tapi sekarang tidak ada (vaksin TB),” katanya.
Selain itu, ia juga melarang pasien yang masih terpapar TB dari tidak menghentikan perawatan, karena ini dapat menyebabkan dampak serius pada pasien.
“Tentu saja tidak berhenti, karena akan ada dua dampak. Pertama, penyakit ini tidak sembuh, dan kedua mungkin ada kuman yang resisten dan tidak dapat dibunuh oleh obat standar,” pungkasnya.
Baca Juga: Ahli: Vaksin M72 tidak akan menggantikan vaksin BCG
Baca Juga: Ahli: Persiapkan 4A untuk menggantikan peran vaksin M72 dalam pemberantasan TB
Baca Juga: Para ahli mengingatkan strategi penanganan TB lainnya, sambil menunggu vaksin baru
Reporter: Sinta Ambarwati
Editor: Mahmudah
Hak Cipta © antara 2025
RakyatPos Irian










